‘Rezim Assad menyiksa, menyetrum dan memperkosa tahanan Palestina’

298
Konvoi Perempuan Hati Nurani Internasional yang terdiri dari orang-orang dari lebih dari 50 negara, mengikat tangan mereka untuk menarik perhatian para wanita Suriah di penjara, ketika mereka berkumpul di daerah yang adil setelah kedatangan mereka di Hatay, Turki pada 8 Maret 2018 [Erdal Türkoğlu / Anadolu Agency]

Moslemtoday.com : Kelompok Aksi untuk Palestina Suriah mengatakan pada hari Sabtu bahwa rezim Presiden Bashar Al-Assad telah melakukan berbagai pelanggaran terhadap pengungsi Palestina yang ditahan di penjara-penjara, termasuk “penyiksaan, sengatan listrik dan pemerkosaan.” seperti dilansir dari Middle East Monitor, Selasa, (15/1/2019).

Menurut sebuah laporan yang diterbitkan di situs web kelompok itu, sebanyak 35 pengungsi perempuan Palestina telah meninggal karena penyiksaan di penjara dan pusat penahanan rezim Suriah.

Tim Pemantauan dan Dokumentasi dalam Kelompok Tindakan mengkonfirmasi bahwa sebanyak 565 pengungsi Palestina, termasuk anak-anak dan orang tua, telah meninggal setelah penyiksaan oleh rezim.

Ia mengklaim bahwa pemerintah di Damaskus terus menyembunyikan lebih dari 1.724 tahanan di berbagai penjara dan cabang keamanan, termasuk 108 wanita dan gadis.

Seorang mantan tahanan Palestina bersaksi kepada Kelompok Aksi bahwa pasukan keamanan rezim telah menyiksa wanita lain dengan sengatan listrik, pemukulan brutal dan pemerkosaan, kadang-kadang lebih dari 10 kali sehari. Penyiksaan serupa digunakan terhadap semua tahanan Palestina, dia bersikeras.

Meskipun dinas keamanan Suriah rupanya telah menyerahkan dokumen pribadi terkait dengan puluhan korban yang meninggal karena penyiksaan, kerabat mereka menolak untuk mengungkapkan nama-nama korban karena takut akan pembalasan. Setidaknya 82 pengungsi Palestina tewas di bawah penyiksaan di penjara Assad pada 2018, laporan Kelompok Aksi menambahkan.

Sumber : Memo | Redaktur : Fairuz syaugi
Copyright © 1439 Hjr. (2019) – Moslemtoday.com

Mari bergabung bersama WA Grup dan Channel Telegram Moslemtoday.com, Klik : WA Grup & Telegram Channel

comments

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here