Rugikan Nahdliyin, PBNU Protes Kenaikan Tarif Cukai Rokok

324

Moslemtoday.com : Pengurus Besar Nahdlatul Ulama memprotes keputusan pemerintah menaikkantarif cukai rokok sebesar 23 persen. PBNU meminta pemerintah untuk mempertimbangkan kembali keputusan kenaikan tarif tersebut.

Permintaan disampaikan karena kenaikan tarif cukai rokok yang tinggi dikhawatirkan akan memberikan dampak negatif pada kehidupan petani dan buruh pabrik tembakau.

“Jika ada pihak-pihak yang terdzalimi akibat kenaikan cukai tembakau, maka mereka tidak lain adalah petani dan buruh tani yang notabene masyarakat kecil, khususnya Nahdliyin, dan bukan perusahaan. Para petani dan buruh tani adalah korban kedzaliman,” kata Wakil Ketua Umum PBNU Mochammad Maksum Mahfoedz, seperti dilansir dari CNN Indonesia, Rabu, (18/9/2019).

Selain mempermasalahkan rencana kenaikan tarif cukai, PBNU juga menolak rencana pemerintah menerapkan kebijakan simplifikasi (penyederhanaan) tarif cukai hasil tembakau. Maksum mewanti-wanti agar pemerintah bijak dan adil terkait kebijakan penggabungan batasan produksi dan penyederhanaan tarif cukai tembakau.

Pihaknya berharap pemerintah bisa mendengarkan aspirasi dari berbagai pihak terkait potensi dampak bila peraturan tersebut diberlakukan.

“PBNU menolak rencana penggabungan dan penyederhanaan cukai karena akan berdampak luas kepada berbagai pihak, termasuk dalam kelompok pekerja pabrik, petani tembakau, buruh yang berjumlah 6,2 juta orang, serta konsumen tembakau itu sendiri yang adalah Nahdliyin,” tegasnya.

Sumber : CNN Indonesia

comments

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here