Satu Bulan Kekuasaan Taliban, Musik Mulai Menghilang dari Afghanistan

395
Ilustrasi. Sumber Foto : Business Insider

Moslemtoday.com : Sebulan setelah Taliban kembali berkuasa di Afghanistan, musik mulai tidak terdengar lagi di negara itu. Saat kelompok itu memerintah Afghanistan pada tahun 1990-an, mereka melarang musik dan konser musik.

Sejauh ini, pemerintah yang dibentuk oleh Taliban belum mengambil langkah itu secara resmi. Saat ditanya apakah pemerintah Taliban akan melarang musik lagi, juru bicara Bilal Karimi mengatakan mereka sedang meninjau hal itu.

“Saat ini, itu sedang ditinjau dan ketika keputusan akhir dibuat, Imarah Islam akan mengumumkannya,” kata Bilal Karimi seperti dilansir dari The Associated Press, Kamis, (23/9/2021).

Para musisi mengaku khawatir musik akan dilarang dan beberapa pejuang Taliban di lapangan sudah mulai melarang musik dan menutup tempat karaoke. Banyak gedung pernikahan tidak menyediakan lagi hiburan musik dan tarian. Musisipun takut untuk tampil.

“Situasi saat ini menindas. Kami terus menjualnya (alat musik) agar kami tidak mati kelaparan,” kata Muzafar Bakhsh, seorang musisi berumur 21 tahun cucu dari Rahim Bakhsh, seorang maestro musik klasik Afghanistan yang terkenal.

Afghanistan memiliki tradisi musik yang kuat, dipengaruhi oleh musik klasik Iran dan India. Keduanya telah berkembang dalam 20 tahun terakhir sejak invasi AS ke Afghanistan. Saat ini, banyak musisi yang mengajukan visa ke luar negeri.

“Musisi tidak pantas lagi di sini. Kita harus pergi. Cinta dan kasih sayang dari tahun-tahun terakhir telah hilang,” kata seorang pemain drum, yang karirnya telah berlangsung selama 35 tahun dan merupakan master dari pusat pendidikan musik terkemuka di Kabul. Seperti banyak musisi lainnya, dia berbicara dengan syarat namanya tidak disebutkan, takut akan dicari oleh dari Taliban.

Sumber : Associated Press | Redaktur : Hermanto Deli

comments

Loading...

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here