Secara Bertahap, Arab Saudi Kembali Membuka Umrah Mulai 4 Oktober 2020

334

Moslemtoday.com : Kerajaan Arab Saudi telah mengumumkan dimulainya kembali ibadah umrah dan kunjungan ke Masjidil Haram dan Masjid Nabawi secara bertahap yang akan dimulai pada 4 Oktober 2020 mendatang.

“Kerajaan telah memberikan persetujuan untuk kemungkinan pelaksanaan umrah dan kunjungan ke Dua Masjid Suci secara bertahap sambil mengambil tindakan pencegahan kesehatan yang diperlukan terkait pandemi Covid-19,” ungkap sumber Kementerian Dalam Negeri Saudi, seperti dilansir dari Saudi Gazette, Rabu, (23/9/2020).

Kementerian menjelaskan langkah ini diambil berdasarkan laporan otoritas yang berwenang mengenai perkembangan virus Corona dan sebagai tanggapan atas aspirasi banyak umat Islam di dalam dan luar negeri untuk melakukan umrah, dan berdasarkan keseriusan kepemimpinan Arab Saudi terhadap kesehatan dan keselamatan para jamaah.

Adapun pelaksanaan ibadah umrah tersebut akan dilakukan secara bertahap sebagai berikut :

Tahap pertama : warga negara dan ekspatriat dari dalam wilayah Kerajaan akan diizinkan untuk melakukan umrah dengan kapasitas 30 persen atau setara dengan 6.000 jamaah per hari mulai 4 oktober dengan mengikuti protokol kesehatan yang telah ditetapkan

Tahap kedua : warga negara dan ekspatriat di dalam Kerajaan akan diizinkan untuk melakukan umrah dengan batas kapasitas 75 persen pada 18 Oktober yang setara dengan 15.000 s.d 40.000 jemaah per hari dengan mengikuti langkah-langkah pencegahan (protokol kesehatan).

Tahap ketiga : jemaah haji dari luar negeri akan diizinkan untuk melakukan umrah mulai 1 November dengan kapasitas 20.000 jemaah umrah dan 60.000 jemaah shalat per hari dan akan terus berlanjut hingga pandemi Covid-19 berakhir atau pengumuman terbaru dari Kementerian terkait. Kedatangan jamaah umroh dari luar Kerajaan akan dilakukan secara bertahap dari negara-negara yang bebas dari risiko kesehatan terkait pandemi virus corona.

Tahap keempat : Pelaksanaan ibadah umrah akan dibuka 100 persen bagi seluruh warga negara dan ekspatriat dari dalam dan luar Kerajaan jika pandemi Covid-19 benar-benar telah berakhir.

Sementara itu, pendaftaran para jamaah akan dilakukan melalui aplikasi yang akan diluncurkan oleh Kementerian Haji dan Umrah, dengan tujuan menerapkan standar dan pengawasan kesehatan yang disetujui oleh Kementerian Kesehatan dan otoritas yang berkompeten. Kementerian menegaskan bahwa tahapan yang diumumkan dalam pernyataan ini akan terus dievaluasi, sesuai dengan perkembangan pandemi. (DH/MTD)

Sumber : Saudi Gazette | Redaktur : Hermanto Deli

comments

Loading...

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here