Sekjen PBB Ingatkan Ancaman Kemunculan Perang Dingin Baru Ditengah Memanasnya Hubungan AS-Rusia

456

Moslemtoday.com : Sekjen PBB Antonio Guterres memperingatkan bahwa hubungan Rusia dan AS yang semakin memburuk beberapa hari terakhir ini mirip dengan situasi ketika Perang Dingin antara Uni Soviet-AS.

Beberapa hari setelah Amerika Serikat mengumumkan akan mengusir diplomat Rusia di AS untuk mendukung sekutu-nya Inggris. Guterres menyerukan kepada Washington dan Moskow untuk membangun kembali jalur komunikasi yang ditujukan untuk mencegah meningkatnya ketegangan.

“Selama Perang Dingin ada mekanisme komunikasi dan kontrol untuk menghindari eskalasi insiden, untuk memastikan bahwa semuanya tidak akan lepas kontrol ketika ketegangan akan meningkat. Namun mekanisme itu telah dibongkar,” ujar Guterres, seperti dilansir dari Al Arabiya, Jumat, (30/3/18).

“Saya percaya ini adalah waktu untuk tindakan pencegahan semacam ini – menjamin komunikasi yang efektif, menjamin kapasitas untuk mencegah eskalasi – Saya percaya bahwa mekanisme semacam ini dapat meredakan ketegangan di antara kedua negara,” tambah Guterres.

Perang Dingin, yang berlangsung sekitar empat dekade setelah Perang Dunia 2, ditandai oleh ketegangan geopolitik antara Amerika Serikat dan sekutu Barat di satu sisi, dan kemudian Uni Soviet dan negara-negara blok timur lainnya.

Amerika Serikat mengatakan pada hari Senin (26/3/18) akan mengusir 60 diplomat Rusia (termasuk 12 diplomat yang menjadi utusan Rusia untuk PBB di New York). Pengumuman AS untuk bergabung dengan pemerintah di seluruh Eropa dalam menghukum Rusia karena tudingan terlibat dalam serangan agen mata-mata di Inggris pada 4 maret yang dilakukan oleh intelijen Rusia.

Sementara itu, Rusia membantah terlibat dalam serangan 4 Maret tersebut dan membalas dengan pengumuman pada Kamis (29/3/18) bahwa Rusia juga akan mengusir 60 diplomat AS dan menutup konsulat AS di St Petersburg, Rusia.

Ketegangan antara AS-Rusia juga telah berlangsung sebelumnya. Washington dan Moskow telah terlibat perang proxy atas aneksasi Rusia terhadap Crimea di Ukraina, Perang di Suriah dan tuduhan campur tangan Rusia dalam pemilihan presiden AS 2016.

Guterres menunjukkan bahwa perbedaan kunci antara situasi sekarang dan Perang Dingin adalah bahwa sekarang ada “banyak aktor lain yang relatif independen dan dengan peran penting dalam banyak konflik yang kita saksikan, dengan risiko eskalasi yang masih rendah. (DH/MTD)

Sumber : Al Arabiya | Redaktur : Hermanto Deli
Copyright © 1439 Hjr. (2018) – Moslemtoday.com

comments

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here