Sekjen PBB Peringatkan Ancaman “Bencana Kemanusiaan” di Aleppo

763
U.N. Secretary-General Ban Ki-moon speaks during a news conference at a United Nations-run school in Gaza City June 28, 2016. REUTERS/Suhaib Salem

ALEPPO – Sekretaris Jenderal Perserikatan Bangsa-Bangsa (PBB) Ban Ki-moon pada Selasa memperingatkan kemungkinan terjadinya “bencana kemanusiaan” yang belum pernah terjadi di Aleppo, Suriah. Ban mendesak Rusia serta Amerika Serikat untuk melakukan gencatan senjata di kota itu dan tempat lain di negara tersebut.

Pertempuran untuk memperebutkan Aleppo di Suriah antara wilayah barat yang dikuasai oleh pemerintah dan lingkungan timur yang dikuasai kelompok pemberontak, semakin meningkat dalam beberapa pekan ini dan membawa ratusan korban jiwa. Konflik juga memutus pasokan air bersih, listrik, dan kebutuhan pokok lain yang menyengsarakan warga sipil.

“Di Aleppo, kita melihat risiko bencana kemanusiaan yang belum pernah terjadi dalam pertumpahan darah dan penderitaan akibat konflik di Suriah yang terjadi lebih dari lima tahun,” kata Ban kepada Dewan Keamanan PBB dalam laporan bulanan mengenai akses bantuan,sebagaimana dikutip dari Reuters, Rabu (17/8/2016).

Aleppo menjadi salah satu pangkalan bagi kelompok pemberontak yang ingin menyingkirkan Presiden Suriah Bashar al-Assad, di mana wilayah udara kota tersebut sering mendapat serangan udara dari Rusia.

“Pertikaian wilayah dilakukan melalui serangan tanpa pandang bulu di kawasan permukiman termasuk pemakaian bom yang menewaskan ratusan warga sipil termasuk puluhan anak,” kata Ban dalam laporan PBB itu.

“Semua pihak yang terlibat konflik gagal menjaga tanggung jawab untuk melindungi warga sipil,” katanya.

Ban menegaskan kembali bahwa seruan PBB sedikitnya menghentikan pertikaian selama 48 jam untuk memberi kesempatan kegiatan kemanusiaan mengirim bantuan dan mendorong Moskow serta Washington mencapai kesepakatan secepatnya mengenai gencatan senjata.

Menteri Luar Negeri (Menlu) Rusia Sergei Lavrov dan Menlu AS John Kerry pada Selasa membahas kepastian genjatan senjata tersebut. Kementerian Pertahanan Rusia mengatakan sangat berhati-hati, mencegah jatuhnya korban warga sipil dalam serangan udaranya.

Kelompok Pengamat Hak Asasi Manusia Suriah yang berpusat di Inggris mengatakan, serangan udara pada Selasa yang menyasar Aleppo dan daerah sekitarnya telah merenggut banyak nyawa. (Okz)

Sumber : REUTERS

comments

Loading...

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here