Sekolah AS Paksa Siswa Muslimnya Mengaku Teroris

1085

New York – Sebuah keluarga Muslim di Amerika Serikat menggugat sekolah tempat anaknya belajar lantaran memaksa peserta didiknya itu mengaku sebagai “teroris”. Bocah 12 tahun itu dipaksa menandatangani surat palsu berisi pernyataan dia teroris.

Dilansir dari Reuters, Rabu (17/08), keluarga siswa bernama Nashwan Uppal itu melayangkan surat gugatan melalui pengadilan Federal. Keluarga menggugat sekolah membayar kompensasi 50 juta dollar.

Surat gugatan itu mengungkap, insiden itu bermula saat Uppal yang duduk di kelas 7 Sekolah Menengah Pertama di East Islip di New York kerap dilecehkan teman-temannya. Dia diejak dengan panggilan teroris dan berulang kali dipaksa memberitahu lokasi selanjutnya yang akan dibom.

Siswa dari keluarga imigran Pakistan itu tidak paham dengan ejekan teman-teman yang diarahkan kepadanya. Hal itu karena Uppal menderita cacat lahir. Dengan polos, Uppal mengatakan akan meledakkan pagar sekolah.

Dari pengakuan main-main itu, pejabat sekolah menanggapi serius dan memanggil Uppal. Siswa polos itu dipaksa mengakui sebagai anggota ISIS kemudian menandatangani surat pernyataan palsu dia anggota teroris.

Kasus itu pun dilanjutkan pihak sekolah kepada polisi. Tak berselang lama, polisi mendatangani rumah Uppal dan menggeledah setiap sudut rumah. Di sisi lain, pihak sekolah bungkam ketika dikonfirmasi terkait isi gugatan itu.

Sumber : REUTERS

comments

Loading...

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here