Sering Dituding Radikal, STDI Imam Syafi’i Jember Gelar Seminar Internasional Hakekat Radikalisme bersama Ulama Ahli Hadits Dunia

1534

Moslemtoday.com : Isu radikalisme saat ini menjadi bola liar, bahkan STDI Imam Syafi’i sebagai salah satu Sekolah Tinggi tak luput dari tudingan disebut sebagai kampus radikal. Dalam rangka menangkal fitnah dan provokasi seputar isu tersebut, Sekolah Tinggi Dirasat Islamiyah (STDI) Imam Syafi’i Jember menggelar Seminar Internasional Hakekat Radikalisme yang diadakan pada tanggal 20-22 September 2019, dengan menghadirkan Ulama-ulama Ahli Hadits Dunia.

“Acara Seminar ini kami adakan untuk membuktikan peran serta kami dalam menanggulangi radikalisme. Seringkali radikalisme diidentikkan dengan berjenggot, celana cingkrang, perempuan bercadar, bahkan radikalisme mudah dituduhkan kepada orang-orang yang berbeda pilihan politik, perbedaan khilafiyah ulama sehingga sering terjadi kerancuan dan bias di tengah masyarakat,” kata Dr. Ali Musri dalam konferensi persnya, Jumat, (20/9/2019).

“Maka dari itu, kami dari kampus STDI Imam Syafi’i ingin membuktikan bagaimana penjelasan yang sebenarnya tentang Radikalisme itu sendiri sehingga bisa memberikan pencerahan dan sekaligus menawarkan solusi-solusi dan metode-metode serta bukti-bukti kegiatan para dosen kami dalam penelitian dan pengabdiannya bisa dilihat dari pameran-pameran dalam seminar ini dalam upaya menanggulangi radikalisme,” tambah Dr. Ali.

Sementara itu, Ketua ASILHA Dr. M. Alfatih Suryadilaga, MA dalam keterangannya mengatakan bahwa ASILHA selaku wadah ahli hadits di Indonesia tahun ini memilih STDI Imam Syafi’i Jember untuk mengadakan Annual Meeting ke-4 dan Seminar Internasional tentang Radikalisme.

“Radikalisme saat ini sering menimbulkan perdebatan. Namun tidak boleh kita serta merta memahami radikalisme itu langsung merujuk pada tipe-tipe tertentu, seperti mereka yang berjenggot, celana cingkrang, atau cadar,” kata Dr. M. Alfatih.

“Maka kita perlu saling memahami karena tidak akan ada selesai-selesainya ketika kita mencari perbedaan-perbedaan itu sehingga seminar ini menjadi sesuatu yang penting untuk memberi pencerahan tentang radikalisme itu sendiri,” papar Dr. M. Alfatih.

Dalam keterangannya, Ketua STDI Imam Syafii Dr. Muhammad Arifin Badri mengatakan bahwa STDI terhitung kampus yang masih berusia muda. Meskipun masih berusia muda, STDI berkomitmen besar untuk berkontribusi dalam penanggulangan problem sosial kemasyarakatan termasuk permasalahan radikalisme yang hangat diperbincangkan.

“Saat ini radikalisme sering dikemas atas nama agama. Salah satu biang munculnya pemahaman radikal ini adalah karena penggunaan hadits-hadits palsu untuk mendoktrin seseorang menjadi radikal. Karena itu dalam Seminar ini nantinya akan disajikan bagaimana peranan Ulama Ahli Hadits klasik maupun kontemporer dalam menanggulangi radikalisme tersebut,” ungkap Dr. Arifin Badri.

Seminar Internasional ini diselenggarakan oleh Program Studi Ilmu Hadits STDI Imam Syafi’i Jember bekerja sama dengan ASILHA (Asosiasi Ilmu Hadits Indonesia) dan FOKUS (Forum Kajian Ilmu Hadits STDI Imam Syafi’i) selaku panitia acara.

Adapun para pembicara utama dalam seminar internasional ini adalah :

  • Syaikh Prof. Dr. Abdullah bin Abdul Aziz Al Faleh (Dekan Fak. Hadits dan Ilmu Hadits Univ Islam Madinah)
  • Syaikh Prof. Dr. Ali Ibrahim Saud Ajin (Guru Besar Ilmu Hadits Univ Alu Al Bayt, Amman Yordania)
  • Syaikh Prof. Dr. Fathur Rahman Qurasyi (Ketua Program Studi Ilmu Hadits Univ. Islam Internasional Islamabad, Pakistan)
  • Syaikh Prof. Dr. Abdus Sami’ Muhammad Anis (Guru Besar Ilmu Hadits, Univ Sharjah, UEA) dan beberapa ulama-ulama hadits dunia.
  • Syaikh Prof. Dr. Mahmood Bin Abdul Halim, MA (Guru Besar Fak. Ushuluddin Univ. Al-Azhar, Mesir)
  • Syaikh Prof. Dr. Muhammad Abdur Razzaq Aswad (Guru Besar Ilmu Hadits Univ. Abdul Rahman Bin Faisal Damman, Arab Saudi)
  • Syaikh Prof. Dr. Ziyad bin Salim Al-Abady (Guru Besar Ilmu Hadits Fak. Syariah, Univ Jordania).(DH/MTD)

comments

Loading...

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here