Seruan Jihad dalam Lafadz Azan, Apakah Ada Dalil dan Haditsnya?

684

Moslemtoday.com : Video orang yang sedang mengumandangkan azan mendadak menjadi viral karena ada tambahan seruan “Hayya alal jihad”. Tambahan lafadz itu kemudian mendapat reaksi dari berbagai tokoh dan kalangan. Yang menjadi pertanyaan, apakah ada dalil dan haditsnya yang membolehkan penambahan lafadz tersebut?

Menurut Ketua Pengurus Harian Tanfidziyah PBNU, KH Robikin Emhas mengatakan bahwa seruan azan yang diganti dengan ajakan berjihad adalah bentuk hasutan atau provokasi.

“Mari kita kokohkan persatuan dan kesatuan. Kita perkuat persaudaraan sesama warga bangsa dan persaudaraan kemanusiaan sebagai sesama keturunan anak cucu Nabi Adam dan jangan terpengaruh hasutan, apalagi terprovokasi. Agama jelas melarang keterpecah-belahan dan menyuruh kita bersatu dan mewujudkan perdamaian di tengah kehidupan masyarakat,” kata Robikin Emhas, seperti dikutip dari VIVA.co.id, Selasa, (01/12/2020)

Senada dengan PBNU, PP Muhammadiyah juga mengeluarkan sikap terkait seruan jihad dalam azan. Sekretaris Umum PP Muhammadiyah, Abdul Mu’ti, mengaku masih belum menemukan dalil yang menambahkan atau mengganti kalimat azan dengan seruan jihad.

“Saya belum menemukan hadits yang menjadi dasar azan tersebut. Saya juga tidak tahu apa tujuan mengumandangkan azan dengan bacaan hayya alal jihad,” ungkap Abdul Mu’ti.

Abdul Mu’ti bahkan dengan tegas meminta kepada aparat kepolisian untuk melakukan penyelidikan terkait video viral tersebut. “Aparatur keamanan dapat melakukan penyelidikan dan memblokir supaya video azan tersebut tidak semakin beredar dan meresahkan masyarakat,” kata Mu’ti.

Ketua MUI Pusat KH Cholil Nafis juga secara tegas menyebutkan bahwa Nabi Muhammad tidak pernah mengubah kata-kata dalam azan, sekalipun dalam perang.

“Nabi Muhammad SAW tak pernah mengubah redaksi azan. Bahkan saat perangpun tak ada redaksi azan yang diubah. Redaksi adzan itu tak boleh diubah menjadi ajakan jihad. Karena itu ibadah yang sifatnya tauqifi,” ujar Cholil dalam keterangannya.

Sementara itu, dilansir dari laman Rumaysho.com, “Mengganti kalimat hayya ‘alash sholaah dengan hayya ‘alal jihad adalah BID’AH dalam agama. Nabi shallallahu ’alaihi wa sallam tidak pernah mencontohkah seperti itu dan ketetapan lafaz azan itu sudah baku, tak bisa diubah.

Lafazh Azan yang Bisa Diganti?

“Setahu kami yang bisa digantikan adalah kalimat di tengah azan dengan kalimat SHOLLU FII RIHAALIKUM atau SHOLLU FII BUYUUTIKUM, artinya shalatlah di rumah kalian yang dikumandangkan saat hujan deras dan menyulitkan,” ungkap Ustadz Muhammad Abduh Tuasikal di situs Rumaysho.com

Imam Nawawi rahimahullah dalam Syarh Shahih Muslim menjelaskan, ”Dalam hadits Ibnu Abbas radhiyallahu ‘anhuma, diucapkan “Alaa shollu fii rihalikum” di tengah adzan. Dalam hadits Ibnu Umar, diucapkan lafadz ini di akhir adzan. Dua cara seperti ini dibolehkan, sebagaimana perkataan Imam Syafi’i –rahimahullah– dalam kitab Al Umm pada Bab Adzan, begitu juga pendapat ini diikuti oleh mayoritas ulama Syafi’iyyah.”

Sumber : VIVA.co.id, Rumaysho.com

comments

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here