Setahun Kemudian Wuhan Kembali Hidup Normal Sementara Dunia Masih Bergelut dengan Covid-19

385
Penduduk Wuhan sedang berlatih Tai Chi. Sumber Foto : Detikcom

Moslemtoday.com : Sudah setahun sejak kasus pertama Covid-19 ditemukan di Wuhan, China. Kini kehidupan di kota berpenduduk 11 juta itu telah normal kembali. Sementara, dunia masih saja bergulat dengan penyebaran virus Covid-19 dengan varian baru yang lebih menular.

Setahun yang lalu, pada 23 Januari 2020, warga mendapatkan pemberitahuan dari pemerintah di smartphone mereka pada pukul 2 pagi yang mengumumkan lockdown total yang akan berlangsung selama 76 hari ke depan. Pada 8 April 2020, lockdown total dicabut dan Kota Wuhan diklaim sebagian besar telah bebas dari wabah Covid-19.

Wuhan dipuji karena pengorbanannya dalam melayani bangsa, mengubahnya menjadi semacam Stalingrad dalam perang Tiongkok melawan virus, diperingati dalam buku, dokumenter, acara TV, dan ucapan selamat dari para pejabat termasuk dari kepala negara dan pemimpin Partai Komunis China, Xi Jinping.

“Kami pikir Wuhan adalah kota heroik. Bagaimanapun itu, Wuhan telah menghentikan ekonominya untuk membantu China menangani pandemi. Ini tindakan yang mulia,” kata Chen Jiali, seorang warga Wuhan, seperti dikutip dari CNBC.com, Minggu, (24/1/2021).

Sementara itu, Yao Dongyu seorang guru kimia memuji kebijakan lockdown yang diterapkan di Wuhan.

“Saat itu, masyarakat sangat gelisah, tapi pemerintah sangat mendukung kami. Itu adalah jaminan yang sangat kuat, jadi kami melewati ini bersama-sama. Sejak orang Wuhan mengalami pandemi, mereka melakukan tindakan pencegahan pribadi lebih baik daripada orang di daerah lain,” ungkap Yao.

Hari ini, tepat setahun setelah lockdown, penduduk kota tempat virus pertama kali muncul itu sudah dapat menikmati kembali aktivitas mereka, ada yang sedang joging di jalanan, ada yang sedang berlatih Tai Chi di taman yang diselimuti kabut di samping Sungai Yangtze. Keadaan ini berbanding terbalik dengan kondisi di seluruh dunia yang kesulitan menghadapi penyebaran virus Covid-19. (DH/MTD)

Sumber : CNBC.com | Redaktur : Hermanto Deli

comments

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here