Setelah Bertemu Presiden Erdogan, Patriark Kristen Ortodoks Optimis Seminari Kembali Dibuka di Istanbul

2596

Moslemtoday.com : Uskup Agung Konstantinopel, Patriarkh Bartolomeus I mengatakan bahwa Halki atau yang dikenal juga dengan sebutan Heybeliada, sebuah lembaga pendidikan Kristen Ortodoks Turki (Seminari) yang telah menjadi sumber konflik bagi komunitas Kristen Ortodoks selama beberapa dekade dapat dibuka kembali.

Pernyataan tersebut disampaikan Patriarkh setelah pertemuannya dengan presiden Turki Recep Tayyip Erdogan pada 25 April lalu. Patriark mengatakan bahwa Seminari tersebut akan dibuka kembali dalam waktu dekat, seperti dilansir dari media Turki, Daily Sabah, Sabtu, (12/5/18).

“Kepercayaan yang Presiden berikan kepada kami atas permintaan kami untuk membuka kembali Seminari yang telah ditutup hampir 47 tahun, membuat kami lebih optimis untuk kembali membukanya untuk tahun ajaran 2018-2019,” ungkap Patriarkh Bartolomeus I.

Seminari didirikan pada tahun 1844, merupakan lembaga pendidikan bagi para Pendeta Kristen Ortodoks, yang terletak di Pulau Heybeliada, sebuah pulau di lepas pantai Istanbul. Seminari tersebut ditutup pada tahun 1971 di bawah undang-undang yang melarang pelatihan agama oleh entitas non-negara.

Baca juga : Presiden Erdogan Tegaskan Turki Negara Sekuler, Bukan Negara Islam

Patriarkh Bartholomew I, pemimpin spiritual jutaan umat Kristen Ortodoks adalah salah satu pendeta yang dididik di Seminari tersebut. Patriark (gelar bagi uskup tertinggi dalam Gereja Ortodoks Timur) berpusat di Konstantinopel (Sekarang disebut : Istanbul) sejak zaman Kekaisaran Bizantium yang runtuh setelah penaklukan Kekaisaran Ottoman atas kota tersebut.

Seperti komunitas agama lainnya, umat Kristen Ortodoks menghadapi tekanan di bawah kebijakan diskriminasi Turki di masa lalu. Patriark mengatakan di masa pemerintahan Presiden Erdogdan, umat Kristen Ortodoks telah memiliki banyak harapan. (DH/MTD)

Sumber : Daily Sabah | Redaktur : Hermanto Deli
Copyright © 1439 Hjr. (2018) – Moslemtoday.com 

comments

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here