Sikap Seorang Muslim Terhadap Negara Saudi dengan Tanah Haramnya

1680

Bismillahirrahmanirrahim

Beberapa bulan terakhir, berbagai macam kebijakan Kerajaan Arab Saudi menjadi perhatian publik. Berbagai terobosan muncul tak lama setelah Pangeran Muhammad bin Salman yang merupakan putra mahkota Kerajaan Saudi mendengungkan berbagai kebijakan progesif di kerajaan tersebut.

Pangeran Muhammad sejak dilantik sebagai putra mahkota menjadi figur penting di balik sang ayah, Raja Salman bin Abdul Aziz Al Saud. Setahun terakhir, pengaruhnya sangat besar. Didapuk sebagai Menteri Pertahanan sekaligus menjabat posisi penting Dewan Ekonomi Saudi, Pangeran Muhammad juga memiliki akses yang luas terhadap kebijakan ekonomi, politik dan keamanan.

Namun sayangnya, berbagai informasi palsu dan tidak dapat dipertanggungjawabkan telah berkembang akhir-akhir ini di media mainstream maupun media sosial terkait dengan perkembangan terkini di Arab Saudi, seperti :Saudi Vision 2030, Kunjungan Putra Mahkota MBS ke Luar Negeri, Agenda Politik Putra Salman dan berbagai issue miring lainnya.

Nah, bagaimana seharusnya sikap kita sebagai seorang Muslim menyikapi berita-berita miring terhadap Arab Saudi? dan memang sebagai suatu negara, Arab Saudi pun tak luput dari berbagai kekurangan-kekurangan.

Lantas apakah dengan adanya kekurangan tersebut, membuat kita terbawa arus ikut-ikutan menjelek-jelekkan negeri Tauhid ini dan melupakan kebaikan yang banyak yang telah diberikan oleh negeri Tauhid ini, tidak hanya kebaikan untuk Indonesia, tetapi seluruh negeri Muslim di seluruh dunia.

Sikap seperti ini patut d syukuri Alhamdulillah sebagai bukti kecintaan kita kepada negeri tauhid dan satu satunya negara yang menjadikan syareat Islam sebagai peraturan negara. Kita memang tidak ridho jika Arab Saudi berubah ke arah yang buruk seperti negara Timur Tengah yang lain yang menerapkan sistem demokrasi dan membuka pintu kebebasan sebebas-bebasnya, hanya saja perlu diiingat bahwa :

  1. Arab Saudi secara umum bukanlah standar kebenaran. Sebagai seorang Muslim, standar kebenaran bagi kita adalah : Al Qur’an dan Sunnah Rasulullah dengan pemahaman salafush shalih dan ulama yang mengikuti mereka dengan baik dan benar.
  2. Dengan segala kekurangannya, Arab Saudi adalah satu satunya negara yang menjadikan Syari’at Islam sebagai undang-undang dan peraturan hukum.
  3. Sebagaimana kita ketahui bersama bahwa iman akan kembali ke 2 kota suci Disebutkan dalam hadits shahîh, Rasulullah Shallallahu ‘alaihi wa sallam bersabda:
    إِنَّ الْإِيمَانَ لَيَأْرِزُ إِلَى الْمَدِينَةِ كَمَا تَأْرِزُ الْحَيَّةُ إِلَى جُحْرِهَا
    “Sesungguhnya iman akan kembali ke Madinah seperti seekor ular yang kembali ke lubang sarangnya” [HR al-Bukhâri dan Muslim]
  4. Kota Riyadh adalah ibukota Arab Saudi, tentu sebagai ibukota kerajaan, Riyadh telah menjadi salah satu kota metropolis, yang memiliki kantor-kantor kedubes negara sahabatnya dan menjadi kota pusat pemerintahan. Di kota Riyadh, merupakan salah satu kota yang sangat maju di Arab Saudi. Dan tentunya sebagai kota metropolis, kota Riyadh tidak terlepas dari kebaikan dan kekurangan. Jika berbicara kebaikan, maka di kota ini sangat banyak majelis-majelis ilmu para Masyaikh Arab Saudi, dan di kota ini juga terletak Jami’ah Al Imam Universitas Islam Ibnu Su’ud Arab Saudi, yang cabangnya ada satu di Indonesia, yakni : LIPIA Jakarta.
  5. Sering timbul pertanyaan kenapa Arab Saudi tidak ikut berperang di Suriah, membebaskan Palestina, menyerang myanmar dan membebaskan suku Rohingya. Perlu diketahui bersama bahwa setiap negara terikat dengan perjanjian PBB dimana satu dengan yang lain tidak boleh langsung asal serang, dan apabila hal ini dilanggar maka akan menjadi pembenaran untuk musuh Islam menyerang 2 kota suci yang secara otomatis akan perang dunia. Namun Arab Saudi ikut membantu para mujahidin dan korban perang dengan bentuk lain berupa pengiriman pasukan perdamaian, lobi-lobi internasional dan pemberian bantuan baik pangan dan obat obatan.
  6. Arab Saudi tidak memiliki hubungan diplomatik dengan Israel berbeda dengan negara Timur tengah yang lain dan hubungan Saudi Arabia dengan Amerika Serikat adalah dalam urusan pertahanan dimana Saudi membutuhkan persenjataan untuk mempertahankan 2 tanah suci dimana baru baru ini sering di luncurkan rudal dari Syi’ah yang berada di Yaman.
  7. Mari kita wujudkan rasa cinta dan cemburu kita kepada Tanah Suci dengan benar sebagaimana yang dicontohkan oleh Rasulullah dan para diantaranya dengan senantiasa mendoakan kebaikan untuk para pemimpinnya dan berprasangka baik.

Terakhir semoga Allah memberikan kita kemudahan untuk mengunjunginya dan tidaklah di katakan seorang muslim apabila tidak memiliki rasa cinta dan rindu kepadanya serta menahan lisan dan hati kita kepada prasangka buruk. Wallohu a’lam

Oleh : Abu Hasan Ono | Redaktur : Hermanto Deli
Copyright © 1439 Hjr. (2018) – Moslemtoday.com

comments

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here

This site uses Akismet to reduce spam. Learn how your comment data is processed.