Singapura Cekal Peredaran 2 Buku Syeikh Shalih Al-Fauzan dan Kitab Fiqih Al-Wajiz

7151

Moslemtoday.com : Kementerian Komunikasi dan Informasi (MCI) Singapura mengumumkan pelarangan peredaran empat buku terbitan asing yang mulai beredar di Singapura. Singapura menganggap empat buku tersebut dinilai menyebarkan ajaran ekstremis yang tidak diinginkan dan berbahaya bagi toleransi beragama di Singapura.

“Buku yang diterbitkan antara tahun 2011 dan 2016 mengandung materi yang dapat menyebabkan konflik sosial, ketidakpercayaan, kebencian dan bahkan kekerasan di antara orang-orang dari berbagai agama dan pandangan keagamaan”, ungkap kementerian tersebut seperti dilansir dari Channel News Asia, Selasa, (31/10/2017).

“Ajaran dan ideologi semacam itu sangat merugikan kedamaian dan harmoni Singapura multi budaya dan multi-agama. Pemerintah Singapura tidak memiliki toleransi terhadap individu atau publikasi yang bertujuan untuk mendorong permusuhan atau kekerasan di antara kelompok agama yang berbeda, dan oleh karena itu memutuskan untuk melarang publikasi ini,” tegas kementerian tersebut.

MUIS : Keempat Buku Tersebut Mempromosikan Pandangan Ekslusif tentang Islam

Sementara itu, Dewan Agama Islam Singapura (MUIS) mengatakan bahwa para penulis dari empat buku tersebut menyajikan pandangan ekslusif tentang Islam, Dunia Islam, Muslim dan Non-muslim.

“Buku-buku tersebut mempromosikan pandangan posisi keagamaan yang sangat eksklusif dan berbahaya karena mereka dengan jelas mempromosikan permusuhan, pertengkaran dan berpotensi terjadinya kekerasan antara Muslim dan non-Muslim, dan menyerang negara demokratis yang modern,” ungkap MUIS dalam penyataannya.

“Mereka memproyeksikan pemahaman Islam yang sederhana, tekstual dan keliru. MUIS menekankan bahwa isi buku tersebut bertentangan dengan identitas Muslim Singapura, dan bertentangan dengan nilai-nilai religius dan inklusif komunitas Muslim Singapura,” jelas MUIS.

Menteri Komunikasi dan Informasi, Dr. Yaacob Ibrahim memperingatkan bahwa ancaman ekstremisme itu nyata dan tidak boleh dianggap mudah. “Pemerintah mengecam keras peredaran buku semacam itu. Kami tidak akan ragu untuk mengambil tindakan tegas jika diperlukan,” ungkap Dr Yaacob, yang juga menjabat sebagai Menteri Urusan Islam Singapura.

Dr. Yaacob menambahkan bahwa Pemerintah memerlukan dukungan semua orang untuk melindungi Singapura dari ekstremisme dengan tetap waspada terhadap individu dan ajaran radikal, dan dengan melaporkannya ke pihak berwenang.

Larangan peredaran keempat buku tersebut akan mulai berlaku sejak hari ini, Selasa (31/10/2017). Pemerintah Singapura akan menindak tegas bagi siapapun yang mendistribusikan buku tersebut. Mereka yang terbukti melakukan pelanggaran akan didenda dan dipenjara. “Anggota masyarakat yang memiliki materi ini harus menyerahkannya ke polisi,” ungkap Kementerian MCI.

Adapun keempat buku yang dilarang tersebut adalah :

1. Judul asli : “At-Tauhid Li ash-Shaff al-Awwal al-‘Ali”, ditulis oleh Syaikh Dr. Shalih bin Fauzan bin Abdullah al-Fauzan. Terjemahan Indonesia: Kitab Tauhid 1, diterjemahkan oleh Agus Hasan Bashori, Lc. Diterbitkan oleh Darul Haq, Jakarta, 2015

2. Judul asli : “Aqidatut Tauhid Kitabut Tauhid lis-Shaff Al-Awwal – Ats-Tsalis Al-Aly”, ditulis oleh Dr. Shalih bin Fauzan al-Fauzan. Terjemahan Indonesia: Siri Buku Aqidah Kitab Tauhid, diterjemahkan oleh Syahirul Alim Al-Adib, Lc. Diterbitkan oleh Ummul Qura, Jakarta Timur, 2016

3. Judul asli : “Al-Wajiz Fi Fiqma Sunnah Wal Kitabil ‘Aziz”, yang ditulis oleh Syeikh Abdul ‘Azhim bin Badawi al-Khalafi. Terjemahan bahasa Indonesia: Fiqih Al-Wajiz, diterjemahkan oleh Ma’ruf Abdul Jalil. Diterbitkan oleh Pustaka as-Sunnah, Jakarta, 2011

4. Bimbingan Islam Untuk Hidup Muslim Petunjuk Praktis Menjadi Muslim Seutuhnya Dari Lahir Sampai Mati Menurut Al-Qur’an dan Sunnah Rasulullah, yang ditulis oleh Dr. Ahmad Matta, MA; Dr. Abas Mansur Tamam, MA; Ahmad Syahirul Alim, Lc., M.Pd.I. Diterbitkan oleh Maghfirah Pustaka, Jakarta Timur, 2016

Sumber : Channel News Asia / CNA

comments

Loading...

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here