Soroti Krisis Kashmir, Imran Khan Peringatkan India akan Perang Nuklir di Sidang Umum PBB

153

Moslemtoday.com : Perdana Menteri Pakistan Imran Khan berbicara dengan tegas di Sidang Umum PBB tentang ancaman “pertumpahan darah” di Kashmir. Imran Khan memperingatkan perselisihannya dengan India mengenai wilayah tersebut dapat meningkat menjadi perang nuklir habis-habisan.

Wilayah Kashmir yang dikuasai India telah diblokade sejak New Delhi membatalkan status semi-otonomnya pada awal Agustus 2019 lalu. Pihak berwenang India melakukan penangkapan massal, membuat rumah-rumah sakit tidak bisa berfungsi, dan menutup informasi ke dalam dan ke luar wilayah itu.

Imran Khan menyebut pasukan bersenjata di sana akan melakukan pembantaian massal setelah jam malam diberlakukan.

“Ada 900.000 tentara di sana, mereka akan keluar di jalanan. Apa yang akan mereka lakukan? Kapan mereka keluar? Akan ada pertumpahan darah di sana,” kata Imran Khan kepada Majelis Umum PBB di New York, seperti dilansir dari Al Arabiya, Sabtu, (28/9/2019).

Imran Khan menambahkan bahwa kemungkinan perang nuklir akan meletus antara India-Pakistan jika India terus menyalahkan Pakistan atas serangan kelompok militan di wilayah Kashmir. India menuduh Pakistan berada dibalik serangan itu.

“Jika perang konvensional dimulai antara kedua negara, apa pun bisa terjadi. Tetapi seandainya sebuah negara tujuh kali lebih kecil dari tetangganya dihadapkan pada pilihan: apakah Anda menyerah, atau Anda memperjuangkan kebebasan Anda sampai mati?” tanya Khan.

“Apa yang akan kita lakukan? Saya bertanya pada diri sendiri pertanyaan-pertanyaan ini. Saya menjawab : Kami akan bertarung dan ketika negara-negara bersenjata nuklir berperang habis-habisan, itu akan memiliki konsekuensi jauh di luar perbatasan,” tegas Khan.

Sementara itu, Perdana Menteri India Narendra Modi memilih diam dan tidak menyinggung masalah Kahsmir dalam pidatonya di Sidang Umum PBB. Sebagai gantinya, Modi memilih untuk fokus pada kebijakan domestik seperti pembangunan dan program sanitasi. (DH/MTD)

Sumber : Al Arabiya | Redaktur : Hermanto Deli

comments

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here