Spanyol: Alat Rapid Test Yang Dibeli dari China Gagal Deteksi Virus Corona

628

Moslemtoday.com : Pemerintah Spanyol telah menarik 58.000 alat uji virus corona buatan China karena hanya memiliki tingkat keakuratan 30%. Spanyol menilai alat itu gagal mendeteksi virus corona.

Seperti negara lain yang berjuang untuk mendiagnosis dan melawan virus corona, Spanyol telah membeli alat rapid test yang sangat dibutuhkan ke China. Spanyol mengumumkan bahwa mereka telah menghabiskan € 432 juta (£390 juta) untuk alat rapid test, masker, sarung tangan dan alat pelindung diri lainnya.

Sementara itu, Pemerintah China mengklaim bahwa alat itu dibuat oleh perusahaan yang tidak terdaftar sebagai produsen resmi di China.

Dalam sebuah pernyataan, Kementerian Kesehatan Spanyol mengatakan akan mengembalikan alat rapid test tersebut dan mengatakan bahwa alat itu tidak dibeli langsung ke China, tetapi dari perusahaan pemasok di Spanyol yang telah membelinya di China.

“Tes pertama pada alat rapid test dilakukan secara bersamaan oleh sebuah rumah sakit di Madrid dan oleh Carlos III Health Institute, dan setelah tingkat keakuratannya rendah, alat itu ditarik. Pemasok telah dihubungi dan alat test pengganti akan diberikan,” kata Kementerian Kesehatan Spanyol, seperti dilansir dari The Guardian, Sabtu, (28/3/2020).

Dalam beberapa hari terakhir, otoritas kesehatan Spanyol telah segera mendistribusikan hampir 650.000 alat rapid test kepada staf medis di rumah sakit dan rumah warga.

Spanyol merupakan negara Eropa yang paling parah terpapar virus corona dengan tingkat kematian 4.000 orang, sementara jumlah kasus konfirmasi positif telah berjumlah 56.000 orang. Petugas medis menyumbang sekitar 14% dari pasien terinfeksi virus corona di negara itu. (DH/MTD)

Sumber : The Guardian | Redaktur : Hermanto Deli

comments

Loading...

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here