Surat Kabar Spanyol : Eropa Gemetar Menghadapi Raksasa Turki

12759

Moslemtoday.com : Surat Kabar Spanyol merilis artikel tentang ketakutan Eropa menghadapi negara Turki, yang kemudian dirilis kembali oleh media Turki, Turkpress. Keprihatinan Eropa tampaknya menjadi jelas terhadap wilayah negara-negara Balkan, di benua Eropa bagian Tenggara, di mana sekelompok besar umat Islam hadir, dengan pengaruh besar dari Turki yang tumbuh bersama-sama dengan kunjungan rutin oleh Presiden Turki Recep Tayyip Erdogan ke wilayah tersebut.

Serangan Uni Eropa yang kuat terhadap Ankara, yang merupakan negara raksasa dari sekitar 70 juta Muslim, tampaknya memicu gelombang kepanikan setiap minggu di perbatasan tenggara Eropa, di mana Eropa tidak mampu meredakan gejolak dan kemarahan Turki.

Dalam konteks ini, tanda-tanda bahaya telah menjadi jelas, yang pertama adalah menguatnya hubungan antara Turki dan Rusia, dimana saat ini Uni Eropa sedang bersitegang dengan Rusia pasca kasus agen skripal dengan Inggris. Aliansi baru Turki-Rusia telah menyegarkan kembali hubungan lama antara Imperium Rusia dan Kekaisaran Ottoman.

Baru-baru ini, baik Erdogan dan Putin sepakat bahwa Moskow akan memasok Turki dengan reaktor nuklirnya yang pertama di masa depan, yang mengejutkan publik tentang pembelian peralatan militer terkuat kedua NATO untuk Tentara Turki, yakni : sistem rudal anti-pesawat S-400 Rusia.

Selain itu, aliansi baru antara kedua negara, yang juga didukung Iran sebagai pihak ketiga dalam aliansi yang dipimpin Moskow, memenangkan perang di Suriah melawan kepentingan Barat, dikonfirmasi oleh kekalahan organisasi separatis Kurdi dan ISIS. AS baru-baru ini juga menyatakan niat mereka untuk menarik pasukan mereka dari Suriah.

Segala sesuatu yang melemahkan Eropa adalah sumber kebahagiaan bagi Moskow. Pengaruh Turki muncul beberapa hari lalu di Kosovo, yang mendeportasi enam orang separatis Turki ke Ankara. Penolakan Perdana Menteri Kosovo Ramos Haradinaj terhadap langkah itu ditegur keras oleh presiden Turki, yang bersumpah: “Para saudara Kosovo akan membuat perdana menteri membayar harga.”

Perlu disebutkan bahwa ancaman ini bukan yang pertama yang diluncurkan oleh Erdogan. Erdogan juga menyerang Yunani, Turki mengirim dua artilerinya menyeberangi perbatasan, karena Athena menolak menyerahkan delapan tentara Turki yang melarikan diri ke Yunani menyusul upaya kudeta di pada tahun 2016.

Bulan lalu, beberapa hari sebelum KTT di Bulgaria, Erdogan membuat ancaman tajam kepada para pemimpin Uni Eropa bahwa “Jika Anda terus bertindak melawan Turki, tidak ada orang Eropa yang akan dapat keluar dengan selamat dan damai.”

Dua dekade lalu, Pengumuman Turki sebagai calon anggota Uni Eropa telah memicu perdebatan luas di blok tersebut yang menarik perbatasannya dengan Islam, baik di Istanbul, Iran dan Irak.

Di sisi lain, perdebatan-perdebatan ini disambut oleh banyak anggota Uni Eropa dengan menutup mata terhadap pernyataan yang dibuat oleh mantan Menteri Dalam Negeri Jerman Otto Shelley, yang mengatakan : “Jika kita menolak Turki, Mereka bisa berubah menjadi negara Islam yang lebih kuat bersama Iran dan mengembangkan senjata nuklir.”

Akibatnya, teman yang frustrasi itu tampaknya telah menjadi musuh. Spanyol, untuk bagiannya, juga telah memperingatkan terhadap hal ini, tetapi tidak ada yang meratifikasinya. (DH/MTD)

Sumber : TurkpressEl País | Redaktur : Hermanto Deli
Copyright © 1439 Hjr. (2018) – Moslemtoday.com 

Mari bergabung bersama WA Grup dan Channel Telegram Moslemtoday.com, Klik : WA Grup & Telegram Channel

comments

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here