Syaikh Hampir Minum Khomr

1569

SYAIKH HAMPIR MINUM KHOMR

Dulu saya dan sahabat saya Angga Fernando Gustian serta juga teman-teman yang lain pernah jadi panitia dauroh Multaqo Da’i Ats Tsaalits (Pertemuan Para Da’i ke 3) yang sekarang menjadi Ikatan Pertemuan Da’i Se Asia.

Dauroh ini di isi oleh para Masyaikh Timur Tengah dan pesertanya para da’i dari Asia. Sebagai panitia biasalah hal dikerjakan itu-itu saja, cuma panitia kali ini ada yang namanya Khidmatul Masaayikh, yaitu tugasnya mendampingi para Masyaikh untuk membantu memenuhi kebutuhan apa saja yang Masyaikh inginkan.

Saat itu sahabat saya Angga Fernando Gustian seorang mahasiswa LIPIA yang masih bujang saat ini ditunjuk sebagai pendamping Syaikh Dr. Ahmad Al-Ghunaiman (anaknya Syaikh Abdulloh Al-Ghunaiman) seorang pakar ilmu dibidang Aqidah. Para thullab pasti taulah ya siapa beliau.

Singkat cerita saat itu Syaikh Ahmad Al-Ghunaiman dengan beberapa rekannya ingin ke pasar/tempat jual makan dan minuman di daerah cipanas. Tak sengaja beliau memegang minuman Bir Bintang dan ingin membelinya, sontak kemudian sahabat saya mengatakan : “Laa Syaikh, Haadzaa Khomr”, mendengar ucapan itu lalu Syaikh kaget dan menaruhnya kembali.

Dari cerita di atas sudah jelas bahwa Syaikh Ahmad Al-Ghunaiman mengira minuman Bir Bintang itu halal dan sama seperti minuman Holsten yang di Arab Saudi, ternyata tidak sama dan hanya mirip secara kemasan.

Ini perlu perhatian khusus bagi kita yang suka jadi pendamping Masyaikh agar hati-hati jangan sampai syaikh-syaikh kita salah beli produk, Indonesia negara demokrasi jadi segala produk Halal dan Harom masih merajarela di pasar atau market-market.

Jangan sampai gara-gara salah beli minuman pas ngisi dauroh syaikhnya sempoyongan, dan pas ditanya fatwanya ngawur lalu tersebar dan jadi kontroversial. Na’udzubillahi min dzaalik.

Oleh : Adri Abu Auzaai

comments

Loading...

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here