Tahukah Anda Beda Sebutan “Almarhum” di Indonesia, Malaysia, dan Brunei Darussalam?

2276

Tahukah Anda Beda Sebutan “Almarhum” di Indonesia, Malaysia, dan Brunei Darussalam?

Moslemtoday.com : Penggunaan “almarhum” di Indonesia, Malaysia dan Brunei Darussalam adalah hal lazim yang diberikan untuk keluarga atau orang yang sudah meninggal. Namun tahukah anda bahwa terdapat perbedaan sebutan “almarhum” di ketiga negara serumpun Melayu ini?

Tentang penggunaan almarhum sempat dibahas di Seminar Kebahasaan Majelis Bahasa Brunei Darussalam-Indonesia-Malaysia (MABBIM). “Di Malaysia, penyebutan almarhum dipakai untuk Muslim yang meninggal, yang non-Muslim dipakai kata mendiang,’’ ujar pemakalah dari Universitas Kebangsaan Malaysia Mohd Yusof bin Hj Othman, Rabu (5/4).

Bagaimana dengan di Brunai? Di Brunei almarhum dipakai untuk keluarga kerajaan yang sudah meninggal dari tingkat wazir (para pangeran ke atas). Sedangkan untuk catria (satria) ke bawah hingga warga biasa, disebut Allahyarham untuk yang sudah meninggal.

Almarhum, di KBBI diberi arti sebagai orang ‘yang dirahmati Allah (sebutan kepada orang Islam yang telah meninggal)’. Sedangkan mendiang disebut KBBI hanya sebagai ‘orang yang telah mati’, tanpa memiliki nilai Ketuhanan di dalamnya.

Yusof mengatakan, nilai Ketuhanan dimiliki bahasa yang kemudian menjadi identitas penuturnya. Adil, misalnya memiliki nilai ketuhanan, dan berbeda sekali dengan konsep justice dalam bahasa Inggris.

Bahasa Arab mempunyai pengaruh besar pada bahasa Melayu. Menurut Pemimpin Redaksi KBBI V, Bahasa Arab tercatat menyumbang 805 kosa kata Bahasa Indonesia. Sementara Bahasa Inggris menyumbang 501 kosa kata.

Sumber : Republika.co.id

comments

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here