Taipan Arab Saudi Jadi Pemegang Saham Terbesar Kedua di Twitter Setelah Elon Musk

69

Kingdom Holding Company (KHC) Arab Saudi, bersama dengan kantor pribadi Pangeran Alwaleed bin Talal, akan melanjutkan kepemilikan mereka atas saham Twitter senilai US$1,89 miliar setelah pengambilalihan perusahaan media sosial itu oleh Elon Musk. Hal ini menjadikan mereka sebagai investor terbesar kedua Twitter.

Bin Talal, yang membagikan pernyataan itu di akun Twitter-nya pada Jumat(25/10) lalu menyatakan bahwa kesepakatan itu sejalan dengan strategi jangka panjang KHC.

Sebelumnya, Musk mengumumkan tentang akuisisi Twitter senilai US$44 miliar pada Kamis (24/10/2022). CEO Tesla itu mengatakan bahwa dia tidak akan membiarkan Twitter menjadi ruang untuk kebencian dan perpecahan.

Dilansir dari Aljazeera, Sabtu (29/10/2022), Musk dilaporkan sudah memecat Chief Executive Twitter Parag Agrawal, Chief Financial Officer Ned Segal, dan kepala urusan hukum dan kebijakan Vijaya Gadde. Musk menuduh mereka menyesatkan dirinya dan investor Twitter atas jumlah akun palsu di platform.

Adapun Agrawal dan Segal berada di markas Twitter San Francisco ketika kesepakatan ditutup dan dikawal keluar. Sementara itu, Musk, yang juga menjalankan perusahaan roket SpaceX, berencana untuk menjadi CEO sementara Twitter.

Akuisisi ini menandai akhir dari kisah yang sudah berjalan lama setelah Musk pertama kali menawarkan untuk membeli Twitter pada April.

Pembelian Twitter oleh Musk dijamin dengan pendanaan dari sejumlah investor, termasuk Larry Ellison, salah satu pendiri perusahaan perangkat lunak Oracle, dan Qatar Holding, yang dikendalikan oleh dana kekayaan negara Qatar.

Sebagai informasi, per Januari 2022, Arab Saudi, dengan populasi 34,8 juta, memiliki pengguna Twitter ke delapan terbanyak di dunia dengan lebih dari 12 juta pengguna.

Sumber : CNBCIndonesia.com

Mari bergabung bersama WA Grup dan Channel Telegram Moslemtoday.com, Klik : WA Grup & Telegram Channel

comments

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here