Takut Kena Sanksi FIFA, Timnas Inggris Tidak Jadi Pakai Simbol LGBT di Piala Dunia Qatar

132
DOHA, QATAR - NOVEMBER 21: Marcus Rashford of England celebrates with teammates after scoring their team's fifth goal during the FIFA World Cup Qatar 2022 Group B match between England and IR Iran at Khalifa International Stadium on November 21, 2022 in Doha, Qatar. (Photo by Hector Vivas - FIFA/FIFA via Getty Images)

Moslemtoday.com : Tim Nasional Inggris tidak jadi mengenakan ban lengan OneLove di Piala Dunia 2022 di Qatar karena adanya permintaan dari Pemerintah Qatar kepada FIFA untuk melarang memakai simbol atau atribut kaum LGBT. FIFA mengancam akan memberikan sanksi dan denda bagi pemain yang melanggar peraturan tersebut.

Seperti diketahui, Pemerintah Qatar memberlakukan beberapa aturan ketat terkait Piala Dunia 2022, seperti : Larangan meminum alkohol di stadion selama pertandingan, larangan penonton wanita mengenakan pakaian terbuka dan sederet peraturan ketat lainnya yang mendapat kritikan dari negara-negara Barat.

Kapten Timnas Inggris, Harry Kane sebelumnya telah berencana untuk mengenakan ban lengan OneLove selama pertandingan untuk mempromosikan keragaman dan inklusi terhadap kaum LGBT. Namun, niatnya tersebut terpaksa harus diurungkan terkait peraturan ketat dari pemerintah Qatar.

“Kami sangat frustrasi dengan keputusan FIFA, yang kami yakini belum pernah terjadi sebelumnya,” ungkap Harry Kane, seperti dilansir dari BBC, Senin, (21/11/2022).

Sebelumnya, Federasi Sepak Bola Inggris, dan beberapa negara Eropa seperti : Wales, Belgia, Denmark, Jerman, Belanda, dan Swiss mengirim surat kepada FIFA sebagai penolakan atas keputusan FIFA tersebut karena dinilai bertentangan dengan Hak Asasi Manusia (HAM). Namun, FIFA tidak menggubris penolakan dari federasi tersebut dan tetap memberlakukan peraturan ketat tersebut seperti permintaan Pemerintah Qatar.

“FIFA telah sangat jelas bahwa mereka akan menjatuhkan sanksi Jika kapten tim kami mengenakan ban lengan OneLove di lapangan. Kami siap membayar denda, namun, kami tidak dapat menempatkan pemain kami dalam situasi di mana mereka mendapatkan kartu kuning atau bahkan dipaksa untuk meninggalkan lapangan permainan,” ungkap pernyataan federasi tersebut.

Sumber : BBC | Redaktur : Hermanto Deli

Mari bergabung bersama WA Grup dan Channel Telegram Moslemtoday.com, Klik : WA Grup & Telegram Channel

comments

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here