Moslemtoday.com : Menurut Kementerian Kesehatan Palestina, jumat kemarin dua pemuda Palestina menjadi korban tewas akibat tembakan tentara Israel di dekat perbatasan timur Gaza yang diblokade Israel, salah satunya Abu Sureyya.

Abu Sureyya yang kehilangan kedua kakinya dalam serangan udara Israel yang memborbardir jalur Gaza pada tahun 2008 turut hadir dalam aksi demontrasi memprotes keputusan Trump. Namun jumat kemarin, Ia ditembak mati oleh Tentara Israel.

“Meskipun kehilangan kedua kakinya dalam serangan udara Israel di Gaza pada 2008, Abu Sureyya mengikuti aksi demonstrasi setiap hari untuk mendukung Yerusalem,” ujar saksi mata, seperti dilansir dari Anadolu Agency, Sabtu, (16/12/17).

Keputusan Donald Trump menyatakan Jerusalem sebagai ibukota Israel dijawab dengan gelombang aksi protes di seluruh Palestina. Selama aksi demonstrasi, Israel terus menggunakan peluru plastik dan gas air mata terhadap para demonstran.

Dalam video yang diunggah peserta aksi, Abu Sureyya menegaskan tak akan menyerahkan tanah Palestina walau dirinya cacat.

“Saya datang untuk memberikan pesan kepada tentara Israel bahwa ini adalah tanah kami, tanah ini adalah tanah kami, kami tidak akan memberikannya atas keputusan Trump dan kami akan melanjutkan demonstrasi di sini. Kami menantang tentara Israel, bangsa Palestina adalah orang-orang pemberani,” ungkap Abu Sureyya.

 “Tanah ini milik kami, kami tidak akan menyerah.” Inilah kalimat terakhir Abraham Abu Sureyya sebelum tewas ditembak oleh Tentara Israel saat aksi demonstrasi menolak keputusan Trump atas kota Jerusalem di Jalur Gaza. (DH/MTD)

Sumber : Anadolu Agency
Redaktur : Hermanto Deli

comments

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here