Tanda-tanda Hari Kiamat: Munculnya Dajjal

121
Ilustrasi. Images: Pexels.com

Moslemtoday.com : Munculnya Dajjal merupakan satu perkara yang pasti dan merupakan salah satu dari tanda-tanda hari kiamat. Dajjal akan berusaha menyesatkan manusia dari jalan Allah. Dia membawa sesuatu seperti surga dan neraka. Yang dia katakan surga padahal hakikatnya adalah neraka.

Disebutkan dalam hadits Hudzaifah bin Usaid al-Ghifari radhiallahu anhu,

اطَّلَعَ النَّبِيُّ صَلَّى اللهُ عَلَيْهِ وَسَلَّمَ عَلَيْنَا وَنَحْنُ نَتَذَاكَرُ، فَقَالَ: مَا تَذَاكَرُونَ؟ قَالُوا: نَذْكُرُ السَّاعَةَ. قَالَ: إِنَّهَا لَنْ تَقُومَ حَتَّى تَرَوْنَ قَبْلَهَا عَشْرَ آيَاتٍ-فَذَكَرَ-الدُّخَانَ، وَالدَّجَّالَ، وَالدَّابَّةَ، وَطُلُوعَ الشَّمْسِ مِنْ مَغْرِبِهَا، وَنُزُولَ عِيسَى ابْنِ مَرْيَمَ صَلَّى اللهُ عَلَيْهِ وَسَلَّمَ، وَيَأَجُوجَ وَمَأْجُوجَ، وَثَلَاثَةَ خُسُوفٍ: خَسْفٌ بِالْمَشْرِقِ، وَخَسْفٌ بِالْمَغْرِبِ، وَخَسْفٌ بِجَزِيرَةِ الْعَرَبِ، وَآخِرُ ذَلِكَ نَارٌ تَخْرُجُ مِنَ الْيَمَنِ تَطْرُدُ النَّاسَ إِلَى مَحْشَرِهِمْ

Rasulullah melihat kami ketika kami tengah berbincang-bincang. Beliau berkata, “Apa yang kalian perbincangkan?” Kami menjawab, “Kami sedang berbincang-bincang tentang hari kiamat.” Beliau berkata, “Tidak akan terjadi hari kiamat hingga kalian lihat sebelumnya sepuluh tanda.” Beliau menyebutkan, “Dukhan (asap), Dajjal, Dabbah, terbitnya matahari dari barat, turunnya Isa alaihis salam, Ya’juj dan Ma’juj, dan tiga khusuf (dibenamkan ke dalam bumi): di timur, di barat, dan di jazirah Arab, yang terakhir adalah api yang keluar dari Yaman yang mengusir (menggiring) mereka ke tempat berkumpulnya mereka.” (HR. Muslim no. 2901)

Apakah Dajjal Itu Manusia?

Syaikh Ibnu Utsaimin rahimahullah berkata : “Ya. Dajjal adalah manusia dari bani Adam. Sebagian ulama menyatakan bahwa Dajjal adalah setan. Sebagian lagi menyatakan bahwa bapaknya adalah manusia, sedangkan ibunya dari bangsa jin. Akan tetapi, semua pendapat ini tidak benar. Sebab, Dajjal butuh makan, minum, dan lainnya. Oleh karena itu, Nabi Isa membunuhnya dengan cara membunuh manusia biasa.” (Syarhul Mumti’ 3/275)

Sifat-Sifat dan Bentuk Fisik Dajjal

  1. Seorang pemuda yang berambut keriting dan kusut masai.

Rasulullah shallallahu alaihi wa sallam berkata,

إِنَّ مِنْ بَعْدِكُمْ الْكَذَّابَ الْمُضِلَّ، وَإِنَّ رَأْسَهُ مِنْ بَعْدِهِ حُبُكٌ حُبُكٌ-ثَلَاثَ مَرَّاتٍ-وَإِنَّهُ سَيَقُولُ: أَنَا رَبُّكُمْ، فَمَنْ قَالَ: لَسْتَ رَبَّنَا، لَكِنْ رَبُّنَا اللهُ عَلَيْهِ تَوَكَّلْنَا وَإِلَيهِ أَنَبْنَا، نَعُوذُ بِاللهِ مِنْ شَرِّكَ؛ لَمْ يَكُنْ لَهُ عَلَيْهِ سُلْطَانٌ

“Nanti akan ada pendusta yang menyesatkan, rambut di belakangnya keriting seperti terjalin/dipintal.” (Beliau mengucapkannya tiga kali.) Dia akan berkata, ‘Aku adalah Rabb kalian’. Barang siapa berkata, ‘Engkau bukan Rabb kami. Rabb kami adalah Allah, kepada-Nyalah kami bertawakal dan kepada-Nyalah kami kembali. Kami berlindung kepada Allah dari kejahatanmu,’ niscaya Dajjal tak mampu mengalahkannya.” (Ash-Shahihah no. 2808)

2. Mata Dajjal

Dari Ibnu Umar radhiallahu anhuma, Rasulullah shallallahu alaihi wa sallam berkata:

أَلَا وَإِنَّ الْمَسِيحَ الدَّجَّالَ أَعْوَرُ الْعَيْنِ الْيُمْنَى، كَأَنَّ عَيْنَهُ عِنَبَةٌ طَافِئَةٌ

“Sesungguhnya, Dajjal itu buta matanya yang kanan. Matanya seperti anggur yang menonjol.” (HR. al-Bukhari dan Muslim no. 2932)

Dari Abu Hurairah radhiallahu anhu, Rasulullah shallallahu alaihi wa sallam berkata,

لَا أُخْبِرُكُمْ عَنِ الدَّجَّالِ حَدِيثًا مَا حَدَّثَهُ نَبِيٌّ قَوْمَهُ، إِنَّهُ أَعْوَرُ، وَإِنَّهُ يَجِيءُ مَعَهُ مِثْلُ الْجَنَّةِ وَالنَّارِ، فَالَّتِي يَقُولُ إِنَّهَا الْجَنَّةُ هِيَ النَّارُ، وَإِنِّي أَنْذَرْتُكُمْ بِهِ كَمَا أَنْذَرَ بِهِ نُوحٌ قَوْمَهُ

“Maukah aku sampaikan kepada kalian tentang Dajjal yang telah disampaikan oleh seorang nabi kepada kaumnya? Dia buta sebelah. Dia membawa sesuatu seperti surga dan neraka. Yang dia katakan surga pada hakikatnya adalah neraka. Aku peringatkan kepada kalian sebagaimana Nabi Nuh alaihis salam memperingatkan kaumnya.” (HR. al-Bukhari dan Muslim no. 2936)

3. Tulisan di Antara Kedua Mata Dajjal

Tertulis di antara kedua matanya ك ف ر yang bisa dibaca oleh mukmin yang bisa baca tulis ataupun tidak. Rasulullah shallallahu alaihi wa sallam memperingatkan manusia dari Dajjal:

إِنَّهُ مَكْتُوبٌ بَيْنَ عَيْنَيْهِ كَافِرٌ، يَقْرَؤُهُ مَنْ كَرِهَ عَمَلَهُ، أَوْ يَقْرَؤُهُ كُلُّ مُؤْمِنٍ

“Sesungguhnya, tertulis di antara dua matanya كافر (kafir), yang bisa dibaca oleh orang yang membenci amalannya—atau: akan dibaca oleh semua mukmin.” (HR. Muslim)

Dalam satu riwayat dari Hudzaifah radhiallahu anhu,

يَقْرَؤُهُ كُلُّ مُؤْمِنٍ، كَاتِبٍ وَغَيْرِ كَاتِبٍ

“Semua mukmin akan bisa membacanya, yang bisa menulis ataupun tidak.” (HR. Muslim, 2934/105)

4. Pengikut Dajjal

Dari Anas radhiallahu anhu, Rasulullah shallallahu alaihi wa sallam berkata,

يَتْبَعُ الدَّجَّالَ مِنْ يَهُودِ أَصْبَهَانَ، سَبْعُونَ أَلْفًا عَلَيْهِمُ الطَّيَالِسَةُ

“Akan mengikuti Dajjal dari kaum Yahudi Ashbahan (sebuah kota di Iran) 70.000 orang. (Tanda) mereka memakai thayalisah (sejenis kain yang dipakai di pundak).” (HR. Muslim no. 2944)

Dalam sebuah hadits disebutkan juga bahwa Dajjal akan muncul di tengah-tengah pasukan Khawarij.

يَنْشَأُ نَشْءٌ يَقْرَءُونَ الْقُرْآنَ لَا يُجَاوِزُ تَرَاقِيَهُمْ، كُلَّمَا خَرَجَ قَرْنٌ قُطِعَ حَتَّى يَخْرُجَ فِي عِرَاضِهِمُ الدَّجَّالُ

“Akan muncul sekelompok pemuda yang (pandai) membaca Al-Qur’an, tetapi tidak melewati tenggorokan mereka. Setiap kali sekelompok mereka keluar, akan tertumpas; hingga muncul Dajjal di tengah-tengah mereka.” (HR. Ibnu Majah no. 174, lihat ash-Shahihah no. 2455)

5. Amalan untuk Menjaga Diri dari Fitnah Dajjal

a. Minta perlindungan kepada Allah dari kejelekan fitnahnya, memperbanyak minta perlindungan darinya terutama setelah tasyahud akhir. Rasulullah shallallahu alaihi wa sallam berkata,

إِذَا تَشَهَّدَ أَحَدُكُمْ فَلْيَسْتَعِذْ بِاللهِ مِنْ أَرْبَعٍ يَقُولُ: اللهُمَّ إِنِّي أَعُوذُ بِكَ مِنْ عَذَابِ جَهَنَّمَ، وَمِنْ عَذَابِ الْقَبْرِ، وَمِنْ فِتْنَةِ الْمَحْيَا وَالْمَمَاتِ، وَمِنْ شَرِّ فِتْنَةِ الْمَسِيحِ الدَّجَّالِ

“Jika salah seorang kalian selesai dari tasyahud akhir mintalah perlindungan dari empat perkara, ‘Ya Allah, aku berlindung kepadamu dari azab Jahannam, dari azab kubur, dari fitnah waktu hidup dan waktu mati, dan dari kejahatan fitnah Dajjal’.” (HR. al-Bukhari dan Muslim)

b. Menghafal sepuluh ayat pertama dari surah al-Kahfi.

Rasulullah shallallahu alaihi wa sallam berkata,

مَنْ حَفِظَ عَشْرَ آيَاتٍ مِنْ أَوَّلِ سُورَةِ الْكَهْفِ عُصِمَ مِنَ الدَّجَّالِ

“Barang siapa menghafal sepuluh ayat pertama dari surah al-Kahfi, akan terjaga dari fitnah Dajjal.” (HR. Muslim)

c. Menjauhinya, tidak mendatanginya kecuali seorang yang yakin tak akan terkena mudarat. Rasulullah shallallahu alaihi wa sallam bersabda,

مَنْ سَمِعَ بِالدَّجَالِ فَلْيَنْأً مِنْهُ، فَإِنَّ الرَّجُلَ يَأْتِيهِ وَهُوَ يَحْسِبُ أَنَّهُ مُؤْمِنٌ، فَلَا يَزَالُ بِهِ لِمَا مَعَهُ مِنَ الشُّبَهِ حَتَّى يَتَّبِعَهُ

“Barang siapa mendengar (keluarnya) Dajjal, hendaknya menjauh darinya. Demi Allah, sungguh ada seorang yang mendatanginya merasa dirinya beriman, tetapi kemudian mengikuti Dajjal karena syubhat-syubhat yang dilontarkan oleh Dajjal.” (HR. Ahmad)

Sumber : ar.islamway.net, ar.islamweb.net

Mari bergabung bersama WA Grup dan Channel Telegram Moslemtoday.com, Klik : WA Grup & Telegram Channel

comments

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here