Tegas, Muhammadiyah Minta Polri Tak Kembangkan Tafsir Soal Kasus Ahok

12831

Moslemtoday.com : Presiden Joko Widodo mendatangi gedung Pusat Dakwah Muhammadiyah pada Selasa (8/11). Didampingi menteri sekretariat Negara, Jokowi tiba pukul 10.00 WIB di gedung yang berlokasi di Jalan Menteng Raya tersebut.

Jokowi disambut oleh Ketua Umum PP Muhammadiyah, Haedar Nashir dan langsung menuju ruang pertemuan di lantai 2. Disana telah siap menyambut Ketua-Ketua PPMuhammadiyah lainnya. Tidak sampai satu jam Jokowi selesai dan memberiketerangan kepada awak media yang telah menunggu.

Kedatangan Jokowi berkaitan dengan aksi damai yang dilakukan masyarakat Islam  pada 4 November 2016 lalu. Pada kesempatan itu Jokowi menyampaikan beberapa hal, salah satunya apresiasi Jokowi terhadap Muhammadiyah yang turut mendinginkan suasana demo.

Pada kesempatan itu juga PP Muhammadiyah menyampaikan penghargaan atas komitmen Jokowi. “PP Muhammadiyah menyampaikan penghargaan yang tinggi atas komitmen presiden, yang juga diwujudkan dalam perintah kepada kepolisian, untuk mengusut, memproses hukum kasus dugaan penistaan agama yang dilakukan oleh Gubernur DKI Jakarta,” jelas Haedar.

Ketua Umum Pimpinan Pusat Muhammadiyah, Haedar Nashir meminta, seluruh umat Islam di Indonesia untuk mengawal kasus dugaan penistaan agama yang diduga dilakukan Gubernur DKI Jakarta nonaktif Basuki Tjahaja Purnama atau Ahok. Namun, masyarakat diminta tetap menciptakan suasana kondusif.

Pernyataan ini disampiakan Haedar Nashir setelah menerima kunjungan Presiden Jokowi di kantor PP Muhammadiyah, Selasa siang, 8 November 2016. PP Muhammadiyah menyampaikan penghargaan kepada Presiden Jokowi atas kemomitmennya yang diwujudkan dalam perintah kepada pihak Kepolisian untuk mengusut, memproses hukum kasus dugaan penistaan agama oleh Ahok.

Karena itu, PP Muhammadiyah berharap Kepolisian tidak perlu mengembangkan tafsir-tafsir yang bisa menambah keraguan atau menimbulkan eskalasi baru mengenai pengusutan kasus ini. “Ikuti apa yang sudah menjadi garis dari Presiden, usut kasus secara tuntas, dengan tegas, cepat dan transparan,” katanya menambahkan.

Selain itu, aspirasi umat Islam yang muncul pada tanggal 4 November kemarin, adalah aspirasi yang mewakili denyut nadi perasaan keagamaan seluruh umat Islam, tanpa ada klaim golongan atau kelompok.

“Dan kami juga yakin bahwa, biarpun di ujung demo yang damai itu ada sedikit kericuhan atau kerusuhan itu justru tidak sejalan dengan spirit pendemo dan kami yakin bahwa itu ada hal-hal yang memancing di air keruh. Tetapi secara umum baik pendemo maupun pihak keamanan telah melewati fase ini,” katanya.

 

Sumber : Muhammadiyah.or.id

Mari bergabung bersama WA Grup dan Channel Telegram Moslemtoday.com, Klik : WA Grup & Telegram Channel

comments

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here