Tepat Satu Tahun Blokade Teluk Atas Qatar, Ini Yang Mungkin Belum Anda Ketahui!

1473

Moslemtoday.com : Pada 5 Juni 2017 lalu, Empat Negara Teluk (Arab Saudi, UEA, Bahrain dan Mesir) memutus hubungan diplomatik dan memberlakukan blokade darat, laut, dan udara terhadap Qatar. Hari ini, tepat satu tahun blokade tersebut berlangsung.

Bagaimana Semuanya dimulai?

  • Pada 23 Mei 2017, Kantor Berita Qatar News Agency mempublikasikan pernyataan Emir Qatar yang disebut memuji Iran dan organisasi teror di Suriah dan Palestina, yang kemudian dibantah oleh Otoritas Qatar dan menyatakan bahwa Qatar News Agency telah diretas dan peretas telah mempublikasikan berita palsu tersebut
  • Pernyataan tersebut kemudian viral di media Timur Tengah dan beberapa jaringan berita Uni Emirat Arab dan Arab Saudi yang memicu ketegangan diplomatik
  • Insiden itu terjadi hanya dua hari setelah Presiden AS Donald Trump melakukan kunjungan pertamanya ke Timur Tengah bertemu dengan para pemimpin Arab dan Muslim di Riyadh, pada 20 Mei 2017
  • Pada tanggal 24 Mei 2017, Arab Saudi dan Uni Emirat Arab memblokir situs web Al Jazeera dan jaringannya
  • Pada 5 Juni 2017, Empat negara Arab dipimpin Arab Saudi (Arab Saudi, UEA, Bahrain dan Mesir) mengeluarkan pernyataan bersama yang mengumumkan pemutusan hubungan diplomatik dengan Qatar.
  • Arab Saudi kemudian menutup gerbang perbatasan daratnya dengan Qatar, dan bersama dengan tiga negara lainnya memberlakukan blokade darat, laut, dan udara dengan Qatar.
  • Pada 7 Juni 2017, Jordan juga mengumumkan akan mengurangi hubungan diplomatiknya dengan Qatar dan menutup kantor berita Al Jazeera di Amman.

Mengapa negara-negara Teluk memutuskan hubungan dengan Qatar?
Keempat negara telah menyebut Qatar telah menjadi sponsor terorisme dan menampung para teroris di Doha. Qatar disebut juga mempertahankan hubungan yang erat dengan Iran yang merupakan rival utama Arab Saudi di Timur Tengah. Qatar disebut juga turut ikut camput dalam urusan internal negara-negara tetangganya, seperti di Provinsi Qatif Arab Saudi dan di Bahrain.

Bagaimana tanggapan Qatar?

Kementerian Luar Negeri Qatar menanggapi pemutusan hubungan diplomatik tersebut sebagai tindakan ilegal, tidak sah, dan pelanggaran terhadap kedaulatan negara Qatar. Qatar mengatakan bahwa blokade itu tidak akan mempengaruhi warga dan penduduk Qatar.

Qatar membantah disebut telah mendukung organisasi teroris dan memberikan perlindungan kepada entitas teroris di Doha. Qatar menyebut alasan blok Teluk memblokadenya sebagai tuduhan tak berdasar.

Kementerian Luar Negeri menegaskan bahwa pihaknya siap bernegosiasi dengan negara tetangganya tersebut dengan syarat tidak mengganggu kedaulatan negaranya. Sementara itu, blok Teluk kemudian mengeluarkan 13 syarat pencabutan blokade Teluk atas Qatar dan menyatakan 13 syarat itu tidak untuk dinegosiasikan lagi, tetapi untuk dilaksanakan jika Qatar ingin blokade dicabut.

Emir Qatar, Sheikh Tamim bin Hamad Al Thani menilai 13 syarat yang diajukan tersebut merupakan pelanggaran terhadap kedaulatan Qatar dan menolak untuk memenuhi ke-13 syarat tersebut.

Berikut 13 Daftar Tuntutan Sebagai Syarat Untuk Mengakhiri Krisis Arab-Qatar :

  1. Qatar harus secara resmi mengumumkan pemutusan hubungan diplomatiknya dengan Iran dan menutup kantor diplomatik Iran di Qatar, mengusir anggota Garda Revolusi Iran dan menghentikan kerjasama militer dan intelijen dengan Iran. Hanya perdagangan yang mematuhi sanksi internasional yang akan diizinkan dengan syarat tidak membahayakan keamanan Dewan Kerjasama Teluk (Gulf Cooperation Council / GCC).
  2. Segera menghentikan pembangunan pangkalan militer Turki yang saat ini sedang dibangun dan menghentikan kerja sama militer dengan Turki di dalam wilayah Qatar.
  3. Menghentikan semua dukungan dengan semua “organisasi teroris, sektarian dan ideologis,” khususnya Ikhwanul Muslimin, ISIS, al-Qaeda, Jabh Fath Al-Sham (sebelumnya dikenal sebagai Front Al-Nusra) dan Hizbullah Libanon. Qatar harus menyatakan secara resmi bahwa kelompok-kelompok tersebut sebagai kelompok garis keras/teroris berdasarkan daftar kelompok yang diumumkan oleh Arab Saudi, Bahrain, UEA dan Mesir.
  4. Menghentikan semua sarana pendanaan dan dukungan untuk tokoh, individu, kelompok atau organisasi yang telah ditunjuk sebagai teroris oleh Arab Saudi, UEA, Mesir, Bahrain, AS dan negara-negara lain.
  5. Menyerahkan “tokoh teroris,” dan tokoh-tokoh yang melarikan diri dari Arab Saudi, UEA, Mesir dan Bahrain ke negara asal mereka. Qatar harus membekukan aset mereka, dan memberikan informasi yang diinginkan tentang tempat tinggal, gerakan dan keuangan mereka.
  6. Qatar harus menutup Jaringan TV Al Jazeera dan stasiun afiliasinya.
  7. Mengakhiri campur tangan dalam urusan negara tetangga, menghentikan pemberian kewarganegaraan kepada warga negara melarikan diri dari Arab Saudi, UEA, Mesir dan Bahrain. Qatar harus mencabut kewarganegaraan bagi warga negara melanggar undang-undang negara tersebut.
  8. Qatar harus membayar ganti rugi dan kompensasi atas hilangnya nyawa dan kerugian finansial yang disebabkan oleh kebijakan Qatar dalam beberapa tahun terakhir. Jumlah tersebut akan segera dikoordinasikan dengan Qatar
  9. Qatar harus menyesuaikan diri dengan negara-negara Teluk dan Arab lainnya secara militer, politik, sosial dan ekonomi, serta masalah ekonomi, sesuai dengan kesepakatan yang dicapai dengan Arab Saudi pada tahun 2014.
  10. Qatar harus menghentikan semua kontak dengan tokoh oposisi politik di Arab Saudi, UEA, Mesir dan Bahrain.
  11. Qatar harus menghentikan semua saluran berita yang menghasut provokasi di kawasan Teluk, baik secara langsung dan tidak langsung, seperti Arabi21, Rassd, Al Araby Al Jadeed, Mekameleen dan Middle East Eye, dll.
  12. Qatar harus menyetujui semua tuntutan dalam waktu 10 hari setelah diserahkan ke Qatar, atau blokade akan terus berlanjut
  13. Qatar menyetujui audit bulanan oleh Dewan Kerjasama Teluk (GCC) untuk tahun pertama setelah menyetujui tuntutan tersebut, dan per-kuartal selama tahun kedua. Selama 10 tahun berikutnya, Qatar akan dipantau setiap tahun untuk pelaksanaan komitmen bersama GCC.

Inilah Alasan Mengapa Arab Saudi Memutus Hubungan Diplomasi dengan Qatar

  1. Pelanggaran serius yang dilakukan oleh pihak penguasa di Doha (Qatar), baik secara rahasia ataupun terang-terangan selama beberapa tahun terakhir, yang bertujuan untuk memecah belah persatuan dalam negeri Arab Saudi, hasutan untuk memberontak kepada negara dan merongrong kedaulatan,
  2. Merangkul jamaah-jamaah teroris dan berbagai kelompok yang bertujuan mengacaukan stabilitas di kawasan itu, termasuk kelompok Ikhwanul Muslimin ISIS dan al-Qaeda, dan menyebarkan literatur dan artikel-artikel dari kelompok-kelompok ini melalui media mereka secara terus menerus.
  3. Mendukung berbagai aktivitas kelompok teroris (Red: Syi’ah) yang didukung oleh Iran di provinsi Qathif Arab Saudi dan di Kerajaan Bahrain,
  4. Mendanai, memelihara dan melindungi kaum radikalis, yang berusaha untuk menghancurkan stabilitas dan kesatuan bangsa dari dalam dan luar negeri,
  5. Penggunaan berbagai media yang berusaha untuk mengobarkan fitnah dari dalam negeri.
  6. Telah nyata bagi kerajaan Arab Saudi adanya bantuan dan dukungan pihak penguasa di Doha (Qatar) terhadap milisi Houthi yang melakukan kudeta, bahkan setelah adanya pengumuman Koalisi Dukungan Syariat (operasi ‘Ashifatul Hazm) di Yaman.”

Sumber : Al Jazeera, Al Arabiya | Redaktur : Hermanto Deli
Copyright © 1439 Hjr. (2018) – Moslemtoday.com

comments

Loading...

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here