Terkait Aksi Bela Islam III 212, MUI Kembali Keluarkan Tausyiah Kebangsaan

2140

Moslemtoday.com : Mencermati perkembangan kehidupan kemasyarakatan dan kebangsaan akhir-akhir ini, khususnya terkait adanya rencana Aksi Damai Bela Islam III 212, Dewan Pimpinan Majelis Ulama Indonesia (MUI) kembali mengeluarkan Tausyiah Kebangsaan.

Tausyiah Kebangsaan yang ditandatangani oleh Ketua Umum MUI KH. Ma’ruf Amin dan Sekjen Dr. Anwar Abbas tersebut disampaikan pada konferensi pers di Gedung MUI Pusat, Jl. Proklamasi 51, Jakarta, Selasa (22/11/2016).

Berikut isi Tausyiah Kebangsaan Dewan Pimpinan Majelis Ulama Indonesia (MUI) :

TAUSHIYAH KEBANGSAAN
MAJELIS ULAMA INDONESIA

Mencermati perkembangan kehidupan kemasyarakatan dan kebangsaan akhir-akhir ini, Dewan Pimpinan Majelis Ulama Indonesia (DP MUI) menyampaikan TAUSHIYAH KEBANGSAAN sebagai berikut.

15193547_138333339979059_6173514293066551527_n

15128864_138333323312394_1277815842743754417_o

  1. MUI menghimbau kepada masyarakat agar dalam ikhtiar memperjuangkan aspirasinya dilakukan melalui saluran demokrasi, seperti lobi, perundingan, rnusvawarah dengan para pihak pengambil kebijakan, baik eksekutif, termasuk aparat keamanan dan penegak hukum maupun legislatif serta bisa menyampaikan pernyataan pendapat melalui pers dan media komunikasi lainnya karena hal tersebut dinilai lebih efektif dan memberikan citra positif bagi pendidikan demokrasi di Indonesia.
  2. Apabila terpaksa hendak melakukan demonstrasi, MUI menghimbau agar dilakukan dengan sopan, tertib, damai, akhlaqul karimah, serta mematuhi peraturan yang berlaku.
  3. Terkait dengan rencana aksi unjuk rasa pada 2 Desember 2016 yang antara lain akan dilakukan oleh Gerakan Nasional Pengawal Fatwa MUI (GNPF MUI), maka MUI memandang perlu untuk menegaskan bahwa GNPF MUI bukanlah merupakan bagian dari DP MUI dan tidak ada hubungan struktural formal apapun juga antara DP MUI dengan GNPF MUI.
  4. MUI meminta apabila terdapat kelompok masyarakat tetap melakukan aksi demo pada 2 Desember 2016, hal tersebut hendaknya dilakukan dengan tidak menggunakan atribut atau logo atau simbol-simbol MUI.
  5. MUI juga mengingatkan peserta unjuk rasa agar tetap fokus pada tema penegakan hukum kasus penistaan agama serta tidak menyimpang untuk tujuan lainnya yang tidak sesuai dengan semangat menjaga kebhinnekaan dan keutuhan NKRI.
  6. MUI menghimbau kepada pihak Kepolisian dan aparat keamanan lainnya, hendaknya dalam menghadapi para peserta unjuk rasa tetap mengedepankan pendekatan persuasif, dialogis, profesional, dan proporsional serta menghindari penggunaan kekerasan. Demikian Taushiyah Kebangsaan Majelis Ulama Indonesia ini disampaikan.

Semoga dapat dijadikan perhatian kita bersama.

Wassalam.

Jakarta, 22 Safar 1438 H
22 November 2016

Dewan Pimpinan Majelis Ulama Indonesia
TTD
Ketua Umum                                                    Sekretaris Jenderal
DR. KH. Ma’ruf Amin                                         DR. H. Anwar Abbas, M.M, M.Ag

comments

Loading...

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here