Tidak Hadir Saat Reka Ulang Penembakan Laskar FPI, KontraS: Kami Menjaga Independensi

307

Moslemtoday.com : Komisi untuk Orang Hilang dan Korban Tindak Kekerasan (KontraS) memutuskan tak datang dalam reka ulang insiden penembakan enam laskar FPI pada Senin, 14 Desember 2020 dini hari di Karawang.

Koordinator KontraS, Fatia Maulidiyanti, mengatakan lembaganya tak memenuhi undangan Badan Reserse Kriminal Polri ini lantaran polisi tak bisa memastikan apakah keluarga korban juga akan hadir atau tidak.

“Untuk menjaga independensi KontraS memutuskan untuk tidak hadir. Seharusnya informasi dibuka selebar-lebarnya,” kata Fatia kepada Tempo, Senin, 14 Desember 2020.

Fatia mengatakan, penembakan enam anggota FPI ini adalah satu dari banyak kasus yang diadvokasi oleh KontraS. Dia mengatakan pada dasarnya harus ada evaluasi menyeluruh terkait dugaan penyelewengan penggunaan senjata api oleh Kepolisian.

“Harapan kami tidak hanya dititikberatkan pada kasus ini tapi pada kasus lainnya juga yang menimpa warga sipil,” ujar Fatia.

Wakil Koordinator KontraS, Rivanlee Anandar, mengatakan lembaganya tak ingin kehadiran dalam rekonstruksi dianggap sebagai “pemenuhan syarat” dalam pengungkapan kasus. Dia mengatakan perlu ada tim khusus yang mengawal pengungkapan kasus penembakan KM 50-51 ini.

Rivanlee menyinggung kasus dugaan penyelewengan penggunaan senjata oleh Kepolisian pada peristiwa aksi Bawaslu 21-23 Mei 2019 dan Reformasi Dikorupsi pada September 2019. Dari dua kasus sebelumnya tersebut, kata dia, hampir tak ada upaya pengungkapan yang serius.

“Maka dari itu sejatinya perlu ada tim khusus yang mengawal kasus tersebut. Peran Polri cukup menjamin akses informasi, saksi, dan hal lain yang mendukung pengungkapan peristiwa,” kata Rivanlee.

Sumber : TEMPO

comments

Loading...

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here