Tim Peneliti Vaksin Nusantara Legowo Jika Penelitian Disetop

98

Moslemtoday.com : Tim peneliti vaksin nusantara mengaku pasrah jika kemudian pemerintah terpaksa menyetop proses uji klinis. Sikap itu diutarakan menyusul keputusan Badan Pengawas Obat dan Makanan (BPOM) yang belum juga memberikan Persetujuan Pelaksanaan Uji Klinik (PPUK) uji klinis II.

BPOM sebelumnya menilai masih ada kaidah klinis yang tidak dipenuhi pada tahapan uji klinis I vaksin besutan mantan Menteri Kesehatan Terawan Agus Putranto tersebut.

“Jadi kami sekarang hanya menunggu PPUK uji klinis fase II. Kalau itu bermanfaat kami lanjutkan, tapi kalau itu tidak bermanfaat, kami peneliti tidak ada pretensi apa-apa. Kami jujur, kalau tidak bermanfaat ya disetop kami legowo,” kata Peneliti utama vaksin nusantara, Djoko Wibisono, seperti dikutip dari CNNIndonesia, Jumat, (12/3/2021).

Menurut Djoko, sejauh ini timnya sudah memenuhi pakem-pakem klinis untuk penelitian dan pengembangan vaksin. Mulai dari uji pra-klinis pada binatang hingga uji klinis fase I yang menyasar manusia.

Namun demikian, ia mengakui bahwa uji pra-klinis pada binatang tidak dilakukan di Indonesia, melainkan dilakukan oleh pihak sponsor, yakni AIVITA Biomedical asal Amerika Serikat.

Hal itu juga ia sampaikan sekaligus merespons Kepala BPOM Penny Kusumastuti Lukito yang menyoroti pengembangan vaksin nusantara yang langsung melakukan uji klinis I terhadap manusia, tanpa proses uji pra-klinis pada binatang.

Sumber : CNNIndonesia.com

comments

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here