Toko Muslim dan Masjid Dibakar oleh Kelompok Garis Keras Buddha di Sri Lanka

900

Moslemtoday.com : Toko-toko Muslim dan sebuah Masjid dibakar oleh kelompok garis keras Buddha di Sri Lanka. Otoritas keamanan mengatakan bahwa telah terjadi kerusuhan dan serangan pembakaran sejak awal pekan ini di distrik Kandy, Sri Lanka dan secara cepat menyebar ke seluruh wilayah di negara kepulauan Asia Selatan tersebut.

“Jam malam diberlakukan untuk mengendalikan situasi di wilayah tersebut,” ungkap Ruwan Gunasekera juru bicara kepolisian Sri Lanka, seperti dilansir dari Al Jazeera, Selasa, (6/3/18).

Petugas polisi ditempatkan dalam siaga tingkat tinggi di seluruh wilayah tersebut untuk mewaspadai terjadinya serangan antar-etnis dan agama di wilayah tersebut”, bunyi pernyataan dari pemerintah Sri Lanka.

Pejabat lokal mengatakan lebih dari 24 orang tersangka telah ditahan oleh polisi sehubungan dengan serentetan serangan pembakaran.

Kandy adalah wilayah terbaru tempat terjadinya gangguan konflik agama dan etnis di Sri Lanka. “Namun serangan telah menyebar ke seluruh negeri, tidak hanya di Kandy,” ungkap Najah Mohamed, sekretaris Partai Front Nasional untuk Good Governance di Sri Lanka.

“Kami menghadapi situasi yang sama dengan yang dialami oleh pemerintah sebelumnya dengan ketegangan, kebencian, dan kekerasan terhadap umat Islam yang merajalela terutama di mana kami hanya minoritas di wilayah ini,” tambah Najah Mohamed.

Kekerasan agama bukanlah hal baru di negara ini. Kampanye anti-Muslim telah diluncurkan sejak kerusuhan Aluthgama pada bulan Juni 2014. Umat Islam di Sri Lanka hanya 10 persen dari jumlah penduduk, sementara umat Buddha berjumlah 75 persen.

Sementara itu, Presiden Maithripala Siresena telah berjanji untuk menyelidiki kejahatan anti-Muslim setelah mengambil alih kekuasaan pada tahun 2015, namun tidak ada kemajuan signifikan hingga saat ini. (DH/MTD)

Sumber : Al Jazeera | Redaktur : Hermanto Deli
Copyright © 1439 Hjr. (2018) – Moslemtoday.com

comments

Loading...

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here