Trump Minta Arab Saudi Menggantikan Posisi Militer AS di Suriah

882

Moslemtoday.com : Presiden AS Donald Trump dilaporkan telah meminta Arab Saudi dan negara-negara Arab lainnya untuk menggantikan posisi militernya di Suriah. Beberapa pekan terakhir, Donald Trump telah menyampaikan keinginan untuk menarik seluruh pasukan AS dari Suriah.

Mengekspresikan kekhawatirannya yang berkembang seputar besarnya biaya dan lamanya intervensi militer AS di Suriah, Presiden Trump mengatakan: “Kami telah meminta mitra kami untuk menggantikan posisi kami di Suriah,” ungkap Trump seperti dilansir dari Express, Rabu, (18/4/18).

John Bolton, Penasihat Keamanan Nasional Trump yang baru mengkonfirmasi pernyataan ini dan mengatakan bahwa : “Arab Saudi, Mesir Qatar, UEA dan semua negara Arab telah dihubungi sehubungan dengan rencana ini.”

Dilansir dari Al Jazeera, Arab Saudi dilaporkan sedang mengadakan pembicaraan dengan Amerika Serikat tentang pengiriman pasukan militer Saudi ke Suriah.

“Kami sedang berdiskusi dengan AS dan sebenarnya sejak awal krisis, Arab Saudi telah berencana mengirimkan pasukannya ke Suriah,” ungkap al-Jubeir kepada wartawan di Riyadh, Rabu ini (18/4/18) selama konferensi pers bersama Antonio Guterres, Sekjen PBB.

Namun sebagian besar pengamat meragukan rencana ini. Melihat eskalasi yang semakin meningkat di Suriah pasca serangan gabungan AS, Inggris dan Prancis akhir pekan lalu. Para pengamat juga menyoroti pasukan Koalisi Arab yang masih berperang di Yaman.

“Saya yakin, negara-negara Arab seperti Uni Emirat Arab dan Arab Saudi akan enggan untuk masuk ke aksi militer baru, karena mereka saat ini masih terlibat secara militer di Yaman,” ungkap Dan Charles Lister, pengamat politik Timur Tengah dari Middle East Institute, Washington DC.

“AS akan menghadapi hambatan untuk meminta pasukan koalisi Arab di Suriah. Sebuah kekuatan baru harus lebih kuat untuk menghadapi rezim Assad, Iran dan Rusia. Sedangkan kekuatan Arab saat ini sedang menghadapi krisis, di Yaman, Qatar,” ungkap Michael O’Hanlon, Anggota Senior di Brookings Institution, Washington DC.

Sumber : Express, Al Jazeera | Redaktur : Hermanto Deli
Copyright © 1439 Hjr. (2018) – Moslemtoday.com

comments

Loading...

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here