Turki al-Faisal : Tidak ada perubahan posisi, kerja sama Saudi-Israel adalah ‘angan-angan’

149
Pangeran Turki al-Faisal selama wawancara eksklusif dengan Al Arabiya English.

Moslemtoday.com : Dalam sebuah wawancara eksklusif dengan Bahasa Arab Al Arabiya, Pangeran Turki al-Faisal, Ketua Pusat Penelitian dan Studi Islam Faisal, menolak gagasan Arab Saudi bekerja sama dengan Israel dengan mengatakan bahwa tidak ada perubahan dalam posisi Saudi.

Menanggapi pertanyaan mengenai klaim bahwa persimpangan kepentingan baru-baru ini diisukan oleh Iran yang dapat diterjemahkan ke normalisasi antara Arab Saudi dan Israel, pangeran al-Faisal menolak gagasan itu. “Tidak ada perubahan dalam posisi Saudi dan medianya serta isu-isu lainnya tentang kerja sama Israel-Saudi karena ancaman Iran hanya itu, berangan-angan,” kata Pangeran.

Sebagai bagian dari wawancara yang lebih luas, Pangeran mengingatkan KTT Arab terakhir yang diadakan di Arab Saudi menyusul pengakuan pemerintah Amerika atas Yerusalem sebagai ibu kota Israel di mana Raja Salman mengatakan KTT itu adalah KTT Yerusalem.

“Pernyataan yang keluar pada pertemuan puncak itu menegaskan desakan dunia Arab bahwa Yerusalem menjadi ibu kota negara merdeka Palestina, menurut prakarsa perdamaian Arab,” katanya.

Pangeran al-Faisal merujuk pada pernyataan Raja Salman baru-baru ini selama pertemuannya dengan Presiden Palestina Mahmoud Abbas di mana ia menegaskan bahwa Arab Saudi mendukung hak rakyat Palestina dalam mendirikan negara mereka sendiri dengan Yerusalem sebagai ibukotanya.

“Lihatlah pernyataan yang keluar kemarin dari Raja Salman tentang komitmen Kerajaan untuk Inisiatif Perdamaian Arab dan untuk kemerdekaan negara Palestina dengan ibukotanya di Yerusalem,” katanya. Pernyataan Raja Salman adalah “hanya vokalisasi kebijakan lama,” tambahnya.

Sumber : Al Arabiya | Redaktur : Fairuz syaugi
Copyright © 1439 Hjr. (2019) – Moslemtoday.com

comments

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here