Turki Bangun Rumah Sakit untuk Pengungsi Rohingya di Bangladesh

576

Moslemtoday.com : Otoritas Manajemen Bencana dan Darurat Turki (AFAD) membangun rumah sakit lapangan di Bangladesh bagi pengungsi Rohinya yang kabur dari kekerasan di Myanmar. Dr. Sayit Cifti dari tim penyelamatan medis mengatakan kepada Anadolu Agency rumah sakit di kamp Balukhali, dekat Cox’s Bazaar, akan memiliki 50 unit tempat tidur.

Tiga dari total delapan tenda sudah didirikan sejauh ini, kata Cifti. Rumah sakit di atas 1.000 hektar tanah itu berencana mulai beroperasi akhir tahun ini. “Selain unit perawatan darurat, nanti juga akan ada unit persalinan, layanan operasi, ortopedi, unit perawatan intensif dan mesin X-ray,” jelas Cifti.

“Kami juga akan membangun laboratorium di sini. Ini akan menjadi rumah sakit kecil namun lengkap.” Di fase awal, 10 dokter akan diterbangkan dari Turki, tambahnya. Mereka juga berencana membangun rumah sakit ke-2.

Cifti melaporkan adanya epidemik difteria di kamp pengungsi, berdasarkan informasi yang diperolehnya dari dokter setempat. Sejumlah orang dikabarkan tewas karena infeksi bakteri itu yang biasanya menyerang tenggorokan dan hidung korban. Namun belum diketahui berapa jumlah orang yang tewas karena penyakit tersebut.

Tim medis AFAD sudah menyampaikan permintaan obat dan akan mulai merawat mereka yang terjangkit difteria. Perdana Menteri Turki Binali Yildirim akan mengunjungi area itu pada Rabu dan mengawasi pembangunan rumah sakit.

Selain itu, Yildirim juga akan menghadiri acara sumbangan dua mobil ambulans dan mobil transportasi staf kepada Rumah Sakit Pusat Cox’s Bazaar oleh Badan Koordinasi dan Kerjasama Turki (TIKA).

Sejak 25 Agustus, lebih dari 656.000 warga Rohingya menyeberang dari Rakhine ke Bangladesh, menurut PBB. Mereka melarikan diri dari operasi keamanan yang membunuh, menjarah rumah dan membakar desa Rohingya.

Rohingya, yang disebut PBB sebagai orang paling teraniaya di dunia, menghadapi ketakutan meningkat atas serangan yang membunuh puluhan orang pada kekerasan komunal pada 2012.

Setidaknya 9.000 Rohingya tewas di Rakhine antara 25 Agustus dan 24 September, menurut lembaga Dokter Lintas Batas (MSF). Dalam sebuah laporan tertanggal 12 Desember, MSF mengatakan 71,7 persen Rohingya atau sekitar 6.700 orang tewas akibat kekerasan. Itu termasuk 730 anak-anak dibawah usia 5 tahun.

PBB telah mendokumentasikan perkosaan massal, pembunuhan –termasuk bayi dan anak-anak—pemukulan brutal dan penghilangan oleh petugas keamanan. (AA/MTD)

Sumber : Anadolu Agency

comments

Loading...

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here