Turki dan Pakistan Rencanakan Kesepakatan Kewarganegaraan Ganda

144

Moslemtoday.com : Turki dan Pakistan sedang mempertimbangkan rencana untuk memberikan kewarganegaraan ganda bagi warga negara kedua negara. Langkah itu diambil untuk semakin meningkatkan hubungan bilateral kedua negara secara signifikan.

Rencana terungkap dalam pertemuan antara Menteri Dalam Negeri Pakistan Ijaz Ahmad Shah dan Duta Besar Turki untuk Pakistan Ihsan Mustafa Yurdakul.

“Ketika langkah itu diusulkan oleh Yurdakul, Ahmad Shah menanggapi dengan mengatakan bahwa rancangan undang-undang itu sedang dipertimbangkan dan bahwa kami berharap untuk mencapai kesimpulan bersama segera,” menurut Kementerian Dalam Negeri Pakistan, seperti dilansir dari Middle East Monitor, Rabu, (5/2/2020).

Peningkatan hubungan bilateral lebih erat juga dibahas, terutama kerja sama militer dengan peningkatan peralatan dan operasi pelatihan untuk penegakan hukum.

“Menteri Dalam Negeri menyambut inisiatif memperkenalkan pasukan patroli bekerja sama dengan Polisi TIK [Islamabad Capital Territory] pada model Angkatan Dolphin yang diperkenalkan di Lahore,” kata pernyataan kementerian tersebut.

Pakistan telah membentuk pasukan keamanan elit di provinsi Punjab yang diluncurkan di 2016 dan sebagian dilatih oleh Turki untuk tujuan mengatasi kejahatan di jalanan dan memastikan keamanan di sekitar Koridor Ekonomi Tiongkok-Pakistan (CPEC).

Yurdakul mengatakan bahwa Presiden Turki Recep Tayyip Erdogan dijadwalkan untuk melakukan kunjungan ke Pakistan dalam waktu dekat. Menteri Dalam Negeri Turki Suleyman Soylu juga akan mengunjungi Pakistan pada bulan Februari ini.

Jika warga negara baik Pakistan dan Turki dapat memiliki kewarganegaraan dan paspor ganda dari masing-masing negara, itu akan menandai langkah bilateral terbesar dalam sejarah kedua negara dan akan secara signifikan menambah hubungan mereka semakin kuat.

Pada Mei tahun lalu, Pakistan juga menambahkan Turki ke dalam daftar perjalanan bebas visa dan meningkatkan kerjasama di bidang pariwisata dan bisnis di antara kedua negara. (DH/MTD)

Sumber : Middle East Monitor | Redaktur : Hermanto Deli

comments

Loading...

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here