Turki Hapus Teori Evolusi dan Bab tentang Ataturk dari Buku Sekolah

1956

Moslemtoday.com : Awal ajaran baru di Turki memicu kontroversi setelah buku teks sekolah menghapus Teori Evolusi. Hal itu dilakukan untuk memberi jalan kepada pendidikan yang lebih religius dan konservatif. Langkah ini pun menuai kritikan dari kalangan sekuler.

Menteri Pendidikan Tukri, Ismet Yilmaz mengumumkan bahwa Teori Evolusi Charles Darwin akan dihapus dari buku sekolah menengah. Yilmaz beralasan itu dilakukan untuk menghindari kebingungan anak-anak karena terlalu sulit untuk belajar.

“Kami telah membersihkan buku-buku sekolah dari mata pelajaran yang berulang-ulang, itu saja, tuduhannya tidak berdasar. Kami telah menyiapkan kurikulum ilmiah dan kontemporer,” katanya, menambahkan bahwa perubahan tersebut dilakukan sesuai dengan persepsi publik seperti dikutip dari Xinhua, Minggu (10/9/2017).

Sementara kepala kurikulum Kementerian Pendidikan, Alparslan Durmus, menolak kritik terhadap bab-bab yang diperdebatkan, dengan alasan bahwa kurikulum baru sesuai dengan undang-undang dasar dan undang-undang pendidikan.

Selain menghilangkan Teori Evolusi, kurikulum baru juga  memberikan waktu yang sedikit untuk belajar tentang pendiri sekuler Turki Kemal Ataturk. Sebaliknya, kurikulum yang baru ini memberikan ruang lebih banyak tentang agama, sebuah pengantar tentang konsep umum Jihad (perang suci di dalam Al-Quran).

Orang tua dan akademisi Turki telah menyuarakan keprihatinan tentang perubahan baru ini, karena takut sekolah tidak dapat menyoroti pengetahuan ilmiah ke pikiran anak muda. Revisi kontroversial tersebut juga menetapkan bahwa sekolah harus memiliki ruang ibadah.

“Saya tidak mengerti mengapa belajar lebih banyak tentang Ataturk atau Teori Evolusi sangat merugikan anak-anak kita, sebaliknya sains seharusnya menjadi suar cahaya bagi mereka sepanjang hidup mereka,” ujar Leyla, seorang ibu di distrik perumahan Yildiz di Ankara..

“Alih-alih mengajar sholat kepada anak-anak berusia 10 tahun, mereka harus mengajari untuk bersikap sopan kepada orang lain, untuk menyambut mereka dengan ‘selamat pagi’, ini lebih penting,” kata Leyla.

Beberapa serikat guru seperti Egitim-IS sekuler, serikat guru terbesar Turki, telah mencela perubahan tersebut.

“Kami tidak menginginkan kurikulum yang menyangkal Ataturk. Apa yang kami inginkan adalah pendidikan sekuler dan ilmiah di negara kita untuk anak-anak kami,” kata ketua Perhimpunan,  Mehmet Balik, dengan alasan revisi tersebut bersifat ideologis.

“Bagaimana Anda bisa tidak mengajarkan Teori Evolusi di sekolah? Kami sudah ketinggalan dalam kesuksesan akademis dibandingkan dengan negara-negara Barat, revisi ini hanya akan menarik Turki lebih jauh ke bawah di peringkat global,” katanya.

Sumber : XINHUA | Sindonews.com

comments

SHARE

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here