Turki Sumbang Makanan untuk 25.000 Orang Rohingya Setiap Hari Sesuai Instruksi Presiden Erdogan

611

Moslemtoday.com : Badan Kerjasama dan Koordinasi Turki (TIKA) membagikan makanan kepada 25.000 muslim Rohingya yang mengungsi di Bangladesh setiap harinya, menurut pejabat TIKA.

Penanggung Jawab Pengadaan TIKA, Mustafa Karaset mengatakan, mereka telah membagikan bantuan makanan setiap hari selama tiga bulan untuk pengungsi di dekat Cox’s Bazar sesuai dengan instruksi Presiden Turki Recep Tayyip Erdogan.

Karaset mengatakan, TIKA memasak 1 ton daging sapi atau ayam dan 1 ton beras untuk 5.000 keluarga atau sekitar 5.000 orang setiap harinya.

“Sebuah penelitian menunjukkan bahwa anak-anak yang tinggal di posko kami lebih sehat. Ini membuat kami sangat senang,” kata dia.

Karaset mengatakan bahwa kebersihan dan penggunaan bahan-bahan segar dalam pembuatan makanan sangat penting bagi mereka.

Mohamed Miya, warga Rohingya yang mengungsi ke Bangladesh tiga bulan lalu, mengungkapkan rasa terima kasihnya atas pemberian makanan.

“Kami makan makanan yang TIKA berikan setiap hari, semoga Tuhan memberkati Turki. Kami berterima kasih pada orang-orang Turki,” kata dia.

Pembagian makanan dimulai pukul 10.30 waktu setempat setiap hari dan berlangsung sekitar 2 jam. Hampir semua kebutuhan makanan keluarga untuk sehari terpenuhi dengan makanan yang dibagikan.

Pembagian makanan dilakukan secara sistematis di bawah kendali tentara Bangladesh. Muslim Rohingya juga dipekerjakan dalam proses distribusi.

TIKA menyediakan semua bahan makanan dari Bangladesh, dengan begitu mereka juga bisa berkontribusi terhadap perekonomian kawasan tersebut.

Tentara Myanmar telah membunuh ribuan orang dalam serangan yang diluncurkan dengan alasan memerangi militan bersenjata di Rakhine sejak 25 Agustus. Tentara telah menghancurkan lebih dari 300 desa dalam serangan yang berubah menjadi pembersihan etnis tersebut. Lebih dari 620.000 muslim dari Rakhine melarikan diri ke Bangladesh melalui daerah pegunungan, sungai atau laut.

Pemerintah Bangladesh kerap menyerukan pengembalian pengungsi tersebut ke tanah asal. Beberapa waktu lalu dikabarkan pemerintah Bangladesh dan Myanmar telah menandatangani kesepakatan, namun rinciannya belum diumumkan ke publik.

Sumber : Anadolu Agency

comments

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here