UEA : Jika Qatar Tidak Mau Menerima Tuntutan, “Say Goodbye Qatar”

2973

Moslemtoday.com : Duta Besar Uni Emirat Arab (UEA) Sheikh Umar Ghobash mengatakan sanksi lebih lanjut terhadap Qatar di tengah keretakan yang semakin memanas di antara negara-negara Teluk.

Dalam sebuah wawancara dengan media ternama Inggris, The Guardian yang dipublikasikan pada hari Rabu, Ghobash mengatakan bahwa daftar 13 tuntutan yang diajukan ke Qatar oleh Arab Saudi, UEA, Bahrain dan Mesir akan diikuti dengan embargo ekonomi lebih lanjut jika Qatar tidak mematuhi isi tuntutan.

“Jika Qatar tidak bersedia menerima tuntutan tersebut, ini adalah kasus ‘Selamat Tinggal Qatar’ kami tidak membutuhkan Anda lagi bersama kami,” ungkap Ghobash.

“Posisi mereka (Qatar) saat ini tidak konsisten untuk menjadi anggota GCC. GCC adalah organisasi keamanan dan pertahanan bersama. Ada sanksi ekonomi jika negara anggota tidak mematuhi kesepakatan bersama yang telah diambil,” tambah Ghobas.

“Salah satu kemungkinannya adalah menerapkan kebijakan yang sama terhadap mitra dagang kita dan mengatakan Anda ingin bersama kita atau tidak?. Jika anda ingin bersama kita, maka Anda harus mengikuti pilihan ini,” terang Ghobas.

Baca juga : 

Ghobash mengatakan bahwa daftar tuntutan itu juga berlaku buat UEA dan negara anggota. “Jadi jika kita meminta pemantauan transaksi keuangan Qatar dan pendanaan terorisme, maka kita akan terbuka terhadap gagasan yang sama. Ini bukan bullying. Ini menuntut standar bersama anggota GCC.”

“Kami tidak punya apa-apa untuk disembunyikan sehingga kami bersedia memenuhi standar yang telah ditetapkan sama dengan yang diminta terhadap Qatar. Lembaga Keuangan Global sering mengeluhkan kurangnya transparansi keuangan di wilayah ini, dan ada sejumlah kebijakan yang dilakukan barat untuk memantau apa yang sedang terjadi,” tambah Ghobas.

Menanggapi Al Jazeera, Ghobash mengatakan, “Kami tidak melarang adanya kebebasan pers. Namun kami juga tidak mempromosikan gagasan kebebasan pers. Apa yang kita bicarakan memiliki tanggung jawab atas apa yang kita bicarakan, sehingga tidak bebas begitu saja.”

“Kebebasan berbicara memiliki kendala yang berbeda di tempat yang berbeda. Pidato di belahan dunia kita dapat memiliki konteks tertentu, dan konteks itu bisa saja berubah dari apa yang kita ucapkan dan menjadi kekerasan dalam waktu singkat hanya karena kata-kata yang diucapkan,” tambah Ghobas.

Ghobash juga memperingatkan Qatar akan kedekatannya dengan Iran dan memperdalam hubungan dengan Teheran. “Kami meminta Qatar untuk membuat pilihan dan kami menyadari bahwa mereka dapat memilih untuk Iran atau kami (GCC), dan kami bersedia menerima konsekuensi dari hal tersebut.” ungkap Ghobas. (DH/MTD)

Sumber : Al Arabiya | The Guardian | Al Jazeera

comments

Loading...

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here