Uni Eropa Tolak Permintaan Netanyahu Mengakui Jerusalem Ibukota Israel

901

Moslemtoday.com : Perdana Menteri Israel Benjamin Netanyahu telah mendesak Uni Eropa untuk mengikuti jejak Washington dan mengakui Jerusalem sebagai ibukota negaranya. “Jerusalem telah menjadi ibu kota Israel selama 70 tahun terakhir. Saya pikir apa yang telah dilakukan Presiden Trump adalah meletakkan fakta di atas meja,” kata Netanyahu.

“Jerusalem adalah ibu kota Israel, tidak ada yang bisa menyangkal, tidak menghindarkan kedamaian, itu membuat kedamaian, karena mengenali kenyataan adalah substansi kedamaian, itulah dasar dari itu,” tambah Netanyahu, seperti dilansir dari Al Jazeera, Selasa, (12/12/17).

Namun Uni Eropa telah menolak seruan Benjamin Netanyahu tersebut dan mengatakan bahwa solusi dua negara merupakan satu-satunya jalan untuk menyelesaikan konflik antara orang Israel dan Palestina.

“Anda tahu di mana Uni Eropa berdiri. Kami percaya bahwa satu-satunya solusi realistis untuk konflik antara Israel dan Palestina adalah solusi dua negara. Ini adalah posisi konsolidasi kami dan kami akan terus menghormati konsensus internasional mengenai Jerusalem sampai status akhir Kota Suci diselesaikan melalui negosiasi langsung antara kedua belah pihak,” Ungkap Federica Mogherini, kepala kebijakan luar negeri Uni Eropa.

Mogherini bertemu dengan Netanyahu di Brussels dalam kunjungan Netanyahu ke negara-negara Uni Eropa untuk mencari dukungan untuk mendukung keputusan Donald Trump.

Pertemuan tersebut terjadi kurang dari seminggu setelah Amerika Serikat mengumumkan bahwa AS mengakui Yerusalem sebagai ibukota Israel dan memindahkan kedutaannya dari Tel Aviv ke Jerusalem. Sebuah langkah kontroversial yang telah menyebabkan kecaman yang meluas dan bentrokan mematikan antara pemrotes Palestina dan tentara Israel. (DH/MTD)

Sumber : Al Jazeera
Redaktur : Hermanto Deli

comments

Loading...

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here