(Video) Klarifikasi Dr. Ali Musri Terkait Pemberitaan Aksi Penolakan STDI Imam Syafi’i Jember

564

Sepatah Kata Klarifikasi dan Himbauan Dari Dr. Ali Musri Semjan Putra, M.A. sebagai Perintis dan Pendiri STDI Imam Syafi’I Jember.

Beberapa hari ini banyak pertanyaan kepada kami tentang prihal demontrasi yang direncanakan oleh komunitas yang menyebut diri mereka TOPI Bangsa (Tolak Penjajahan Ideologi Bangsa), pada tgl 03 Agustus 2018. Berita ini sudah disebar di medsos dan juga Jember1TV.

Di sini kami selaku perintis dan pendiri STDI perlu menjelaskan kepada semua pihak secara khusus seluruh jajaran pemerintah dan masyarakat Jember. Pada berikut ini kami akan menjelaskan beberapa poin:

Bagaimana hubungan civitas STDI dengan masyarakat sekitar kampus..?

Sejak kami merintis STDI pada tahun 2007 sampai pada saat sekarang ini 2018 kampus kami tidak punya permasalahan apa pun dengan masyarakat sekitar seperti yang disinyalir di media.

Kami selalu menjaga hubungan baik dengan masyarakat sekitar kampus, kami melakukan berbagai kegiatan sosial untuk masyarakat dengan kegiatan yang bervariatif seperti pembagian perbukaan di setiap bulan Ramadhan, penyalurah daging hewan kurban di setiap Idul adha, penyaluran zakat maal, pengobatan dan khitan gratis, pasar murah, lomba anak sholeh untuk anak-anak TPA se Jember, dan berbagai kegitan lainnya yang tidak mungkin kami rinci semua. Semua kegiatan tersebut dikoordinasikan dengan berbagai pihak terkait terutama pihak keamanan.

Kami sangat menghargai perbedaan khilafiyah di tengah masyarakat, jika ada masyarakat yang meninggal kami datang ikut bertakziyah dan memberikan sumbangan sesuai kemampuan kami, bahkan kadang kala kami meliburkan perkulihan dan mengarahkan mahasiswa untuk ikut melaksanakan sholat mayat.

Para dosen dan mahasiswa banyak yang sholat di masjid-masjid masyarakat bahkan sebagian dosen dan mahasiswa juga melakukan qunut subuh atau menjaharkan basmalah jika mereka diminta jadi imam. Semua ini bisa anda dapatkan kesaharian di masjid-masjid masyarakat di sekitar kampus atau yang jauh dari kampus sekalipun.

Namun bila ada sebagian kecil yang tidak menyukai keberadaan kampus kami itu wajar, bisa saja dengan berbgai alasan yang dicari-cari lalu digunakan untuk memprovokasi masyarakat. Karena kami civitas STDI sebagai manusia bisa salah, khilaf dan lupa.

Kami meminta kepada awak media untuk objektif dalam pemberitaan sampai hari ini belum ada media yang mencoba mengklarifikasi tuduhan yang disebar, secara khusus Jember1TV yang telah menyebarkannya, pada hal kode etik dalam memberikan informasi itu harus berimbang dan klarifikasi, biar tidak semakin memperkeruh suasana.

Selengkapnya simak penjelasan Dr. Ali Musri Semjan Putra, MA berikut ini :

comments

Loading...

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here