(Video) Qatar Otak Dibalik Penyebaran Akun Media Sosial ‘Palsu’ Uni Emirat Arab untuk Memicu Konflik Teluk

Pengakuan seorang Perwira Intelijen Qatar, Hamad Ali Muhammad Ali Al-Hammadi mengatakan, Qatar merupakan dalang berada di balik akun media sosial "palsu" Uni Emirat Arab yang ditujukan untuk memicu Konflik Teluk

2974

Moslemtoday.com : Seorang Perwira Intelijen Qatar, Hamad Ali Muhammad Ali Al-Hammadi mengatakan, Qatar merupakan dalang berada di balik akun media sosial “palsu” Uni Emirat Arab yang ditujukan untuk menciptakan rumor baru dan mengganggu negara Teluk, dalam sebuah wawancara yang disiarkan langsung oleh dua stasiun TV Uni Emirat Arab, Kamis (22/06), sebagaimana yang dilansir dari Al-Arabiya.

Selama wawancara yang disiarkan oleh saluran Abu Dhabi TV dan Emarat TV, ia mengatakan bahwa intelijen Qatar bertanggung jawab atas akun palsu tersebut.

Dia mengatakan Departemen Intelijen Digital Qatar berada di balik “penciptaan” akun media sosial bo3oskor1 dan Ganas Al-Shimal yang tak bermaksud untuk “menyinggung Uni Emirat Arab dan kepemimpinannya.”

Dalam wawancara tersebut, Hammadi mengingat bagaimana atasannya, Letnan Kolonel Jassim Abdullah memberinya 25.000 Riyal Qatar (atau sebesar Rp. 90.681.750) untuk membeli beberapa Kartu SIM Uni Emirat Arab dan mengisi pulsa dari kartu tersebut sebesar 5.000 Riyal Qatar (atau sebesar Rp. 18.136.350) pada masing-masing nomor tersebut.

“Saya bertanya tentang alasannya (membeli kartu tersebut), namun dia (Kolonel Jassim Abdullah) mengatakan eksekusi (saja) dan jangan banyak bertanya,” katanya tanpa menyebutkan tahun berapa rencana tersebut dikatakan.

Dari Qatar, Hammadi pergi ke perbatasan Salwa, Arab Saudi; dimana ia membeli kartu SIM Arab Saudi. Segera setelah memasuki Arab Saudi, dia mulai mengemudi untuk mencapai perbatasan Ghuwayfat untuk memasuki Uni Emirat Arab, dimana dia membeli lima kartu SIM dan empat ponsel tanpa diminta menunjukkan kartu identitasnya.

Pemerintah Uni Emirat Arab kemudian menemukan rencana tersebut setelah dikritik oleh salah satu akun media sosial Qatar yang menyamar sebagai warga negara Uni Emirat Arab.

Hammadi ditangkap pada tahun 2015 dan mendapat hukuman 10 tahun oleh pengadilan Uni Emirat Arab. Empat atasan Hammadi lainnya diberi hukuman seumur hidup secara in absentia (proses hukum tanpa dihadiri oleh terdakwa tersebut).

Bagaimanapun juga, Pemerintah Uni Emirat Arab dengan semangat “tetangga yang ramah”, telah memaafkan Hammadi. (LIY / MTD)

Play Video :

Sumber : Al Arabiya

comments

Loading...

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here