VOA Puji Radio Rodja Sebagai Stasiun Radio Salafi Terdepan di Indonesia

14431

Moslemtoday.com : Dalam perjalanan dari Jakarta ke Bogor, kira-kira sejam bermobil, kumandang suara di sekitar kawasan itu mengerucut ke satu suara yang terdengar di depan toko-toko, gerobak makanan, dan perumahan: itulah suara dari Radio Rodja, stasiun radio Salafi terdepan di Indonesia.

Pada tahun 2005, Radio Rodja bermula sebagai sebuah produksi kecil-kecilan di Cileungsi, kota kecil di Bogor dan dua tahun kemudian memperoleh frekuensi AM, dan sejak itu menjadi yang paling populer di antara puluhan stasiun radio Salafi di Indonesia. Dalam beberapa tahun ini, Radio Rodja juga melakukan siaran streaming sekitar 20 jam sehari untuk menjangkau pendengar di seluruh Indonesia.

Sebagian besar acaranya adalah pengajian Al-Qur’an dan ceramah tentang teologi, perilaku, kesehatan dan gaya hidup. Salafisme adalah sebuah gerakan yang melihat dirinnya sebagai gerakan pemurnian berasal dari Arab Saudi, yang memuji norma-norma Islam abad ke-8 dan menolak “inovasi” budaya modern.

Salafisme tampak bangkit di kalangan kelas menengah di wilayah dekat Jakarta, seperti Bogor, Depok, dan Bekasi, terlihat dari isi khotbah-khotbahnya di berbagai masjid setempat, jumlah pesantren Salafi di kota-kota itu, dan pakaian Salafi – celana setumit kaki dan jenggot bagi pria, burka dan cadar bagi perempuan – di kalangan penduduk.

Salah satu yang membuat gerakan ini bisa menembus kelompok-kelompok masyarakat itu adalah Salafisme langsung menjangkau mereka lewat stasiun radio dan televisi seperti Rodja.

Berbagai organisasi Muslim moderat seperti Nahdlatul Ulama telah melakukan berbagai upaya untuk mengimbangi pengaruh Salafisme, tetapi terhalangi. Sementara media Salafi, berfokus mirip laser untuk menyiarkan dakwah sepanjang hari. Pesan sederhana ini berperan besar menjadi daya-tarik yang populer.

Perkantoran Rodja

Kantor pusat Rodja terletak di kompleks bangunan kecil di sekitar masjid Al-Barkah. Fasilitasnya termasuk beberapa ruangan kedap suara untuk siaran langsung dan sebuah kantor besar dengan sekitar 20 komputer Apple. Staf Radio Rodja menolak berkali-kali permintaan untuk diwawancarai, dengan alasan sebelumnya ada “penggambaran keliru” oleh media.

Masjid Al-Barkah di Cileungsi, Bogor (foto: VOA/K. Varagur). Kantor pusat Rodja teletak di kompleks masjid ini.

Masjid Al-Barkah di Cileungsi, Bogor (foto: VOA/K. Varagur). Kantor pusat Rodja teletak di kompleks masjid ini.

Salah satu siaran belum lama ini termasuk ceramah mengenai tanda-tanda kiamat, acara lainnya tentang “menjadi remaja yang dicintai Allah,” acara interaktif dengan pendengar tentang kesehatan, pelajaran bahasa Arab, dan pengajian Al-Quran berjam-jam. Menurut jadwal yang dipasang di situs mereka, Radio Rodja menyiarkan imam-imam Salafi terkemuka dari seluruh Indonesia, seperti Badrussalam dan Yazid Jawas, dan juga siaran langsung dari Jakarta Islamic Center.

Tumbuh Cepat

Sementara stasiun-stasiun kecil muncul dan lenyap, kini ada sekitar 25 stasiun radio utama Salafi di seluruh Indonesia, menurut situs SalafyForum.net.

Bulan lalu, dalam pertemuan Nahdhatul Ulama (NU), para anggota organisasi Muslim moderat itu menyebutkan membesarnya media Salafi “cukup mencemaskan.”

NU telah mencoba mengimbangi sejumlah media Salafi dengan mendirikan media saingan. Di Cirebon, Jawa Barat, di mana ada dua radio Salafi, NU mendirikan stasiun radio “kontra-propaganda.”

“Jujur saja kami tidak berbuat banyak untuk mengimbangi radio Salafi, Kami telah mendirikan beberapa jaringan tetapi tak satupun yang dikelola dengan benar.” ungkap Savic Ali, direktur NU Online. (DH/MYTD)

Sumber : VOA

comments

Loading...

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here