Warga Unjuk Rasa Tuntut Pembubaran Ponpes Ibnu Mas’ud di Bogor

1910
Akses lebih mudah… Download Web Apps Moslemtoday.com via Google Play Store: Klikhttps://play.google.com/store/apps/details?id=com.moslemtoday.moslemtoday

Moslemtoday.com : Warga dari berbagai desa di Kecamatan Tamansari, Kabupaten Bogor, berunjuk rasa di depan PondokPesantren Ibnu Mas’ud, Senin (18/9/2017). Mereka menolak keberadaan pondok pesantren tersebut karena dinilai meresahkan.

“Usir Ibnu Mas’ud, kami tidak rida keberadaan mereka di sini. Kampung kami disebut kampung teroris,” teriak salah satu warga.

Sambil membentangkan spanduk bertuliskan penolakan terhadap ponpes tersebut, massa terus berteriak. Massa yang berjumlah ratusan orang itu kemudian mencoba merangsek masuk ke dalam ponpes. Namun, upaya itu dapat dicegah oleh aparat kepolisian.

Kepala Polres Bogor Ajun Komisaris Besar AM Dicky yang berada di lokasi langsung berusaha menenangkan massa. Di depan pengeras suara, Dicky meminta agar warga dapat menahan diri dan bersabar.

“Semuanya tolong tenang. Pemerintah daerah bersama MUI akan bermusyawarh memutuskan keberadaan Ibnu Mas’ud. Jadi, semuanya harap tenang dulu,” kata Dicky.

Dilansir dari laman KOMPASCOM, Kepala Desa Sukajaya Wahyudi juga meminta warganya dapat menahan emosi dan tidak melakukan hal-hal anarkistis. “Kami harap semua pihak menahan diri. Saya percaya aksi ini spontanitas dari warga, tapi tetap jaga ketertiban,” ujar Wahyudi.

Sementara itu, aktivitas di dalam Pondok Pesantren Ibnu Mas’ud nampak sepi. Para santri sebelumnya sudah dipulangkan karena khawatir menjadi korban. “Mereka sudah dipulangkan. Kami tidak ingin santri kami jadi korban, apalagi usia mereka masih anak-anak,” kata Ketua Yayasan Pondok Pesantren Ibnu Mas’ud, Agus Purwoko.

Terkait tuntutan massa dia menyatakan, pihaknya akan tetap mempertahankan ponpes. Sebab, ia menganggap pembubaran itu dilakukan secara sepihak dan tanpa ada dasar yang kuat.

Agus pun membantah pondok pesantrennya menyebarkan paham radikal, khususnya sebagai tempat teroris. “Semua pihak menghubungkan ponpes ini dengan teroris. Itu tidak benar. Kami di sini bukan untuk memberikan kerugian bagi warga, tapi sebaliknya. Kami mengajarkan anak-anak tahfiz Al Quran,” ucapnya.

Sebelumnya, aksi dan kecaman warga juga sempat dilayangkan kepada Ponpes Ibnu Mas’ud saat terjadi peristiwa pembakaran umbul-umbul merah putih pada Rabu (16/8/2017). Warga kemudian menuntut pertanggungjawaban atas tindakan pembakaran umbul-umbul merah putih yang dilakukan oleh seorang pengurus ponpes. Warga juga menuntut agar keberadaan lembaga pendidikan penghafal Alquran itu dibubarkan.  (DH/MTD)

Mari bergabung bersama WA Grup dan Channel Telegram Moslemtoday.com, Klik : WA Grup & Telegram Channel

comments

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here