WHO Minta Jokowi Segera Umumkan Darurat Nasional Virus Corona (COVID-19)

360

Moslemtoday.com : Organisasi Kesehatan Dunia (WHO) mendesak Presiden Jokowi untuk meningkatkan mekanisme tanggap darurat negara dalam menangani wabah COVID-19. WHO meminta Presiden Jokowi menyatakan keadaan darurat nasional. Hingga Sabtu, 14 Maret 2020, Pemerintah Indonesia telah mengumumkan 96 kasus positif corona dan 5 orang telah meningal dunia.

Direktur jenderal WHO, Tedros Adhanom Ghebreyesus mengatakan bahwa WHO telah melihat penyebaran kasus corona virus yang meningkat secara signifikan dengan kasus kematian baru di beberapa negara.

WHO merekomendasikan beberapa tindakan yang harus diambil untuk mengurangi penularan coronavirus lebih lanjut, seperti : libur sekolah, mengurangi aktivitas di ruang publik, meningkatkan tracing kontak, pemantauan, karantina, isolasi kasus termasuk deklarasi darurat nasional.

“Saya juga akan berterima kasih jika Republik Indonesia dapat memberikan informasi terperinci kepada WHO tentang pendekatan pengawasan dan pengujian, identifikasi kontak, dan pelacakan kontak untuk COVID-19 dan data atau ringkasan apa pun,” tulis Tedros dalam surat itu, seperti dilansir dari The Jakarta Post, Sabtu, (14/3/2020).

“Saya menghargai kepemimpinan dan keputusan politik Anda, yang tidak hanya mencerminkan kemitraan yang kuat dengan WHO, tetapi juga menunjukkan komitmen Republik Indonesia terhadap keamanan kesehatan global,” tambah Tedros.

Sementara itu, Juru bicara kepresidenan Fadjroel Rachman membenarkan bahwa Presiden Jokowi telah menerima surat itu dari WHO. Fadjroel mengatakan bahwa pemerintah telah mengambil beberapa langkah yang direkomendasikan oleh badan kesehatan PBB tersebut.

“Pemerintah telah meningkatkan upayanya dalam menangani COVID-19 dengan mengeluarkan keputusan presiden yang mengamanatkan pembentukan gugus tugas penanganan COVID-19 yang dipercepat, serta keputusan Menteri Kesehatan tentang protokol untuk pemerintah pusat dan pemerintah daerah,” kata Fadjroel.

Menurut data WHO, jumlah korban terkonfirmasi coronavirus sudah 145.000 kasus dengan angka kematian 5.400. Sementara itu, sebanyak 71.694 orang telah pulih dari penyakit tersebut. (DH/MTD)

Sumber : The Jakarta Post | Redaktur : Hermanto Deli

comments

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here