Yaman Harus Bebas dari Pengaruh Jahat Milisi Iran

413

Moslemtoday.com : AS mengutuk penjarahan milisi Houthi terhadap lawan-lawan politiknya termasuk pembunuhan mantan presiden Yaman Ali Abdullah Saleh.

Gedung Putih menyatakan bahwa perundingan politik diperlukan untuk mengakhiri konflik di Yaman dan untuk memastikan bahwa negara bebas dari “pengaruh jahat milisi Houthi yang didukung penuh oleh Iran.”

Seorang pejabat AS mengatakan kepada jaringan berita Al Arabiya bahwa Iran telah mengeksploitasi perang Yaman untuk ambisi politiknya di Timur Tengah. Komentar ini datang setelah tewasnya mantan presiden Yaman, Ali Abdullah Saleh oleh militan Houthi.

Saleh dibunuh oleh milisi Houthi yang mendapat dukungan kuat dari Iran. Saleh dibunuh saat meninggalkan ibukota Sanaa pada hari Senin. Pemimpin Houthi, Abdulmalik Al Houthi menyebut Saleh dibunuh karena telah berkhianat kepada Houthi dan balik mendukung pasukan koalisi Arab di Yaman.

Saleh, yang telah memerintah Yaman selama tiga dekade, bergabung dengan Houthis pada tahun 2014 saat mereka melakukan kudeta terhadap pemerintahan Yaman dibawah presiden Abduraboo Mansour Hadi. Houthi dibantu loyalis pro-Saleh berhasil mengambil alih pemerintahan Hadi dan menguasai ibukota Sanaa.

Namun aliansi tersebut pecah dalam sepekan terakhir, dengan puluhan orang dilaporkan tewas dalam bentrokan saat Saleh menyatakan dukungannya kepada pasukan koalisi Arab. Abdul Malik al-Houthi mengatakan bahwa pengkhianatan Saleh terhadap kelompoknya adalah ancaman terbesar yang dihadapi Houthi. Saleh dianggap akan  memberikan informasi kepada pasukan koalisi Arab. (DH/MTD)

Sumber : Al Arabiya

comments

Loading...

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here