Yayasan Lajnah Khairiyah Launching Perguruan Tinggi Khusus Putri di Bogor

2377

Moslemtoday.com : Bogor – Yayasan Lajnah Khairiyah Al Musytarakah melakukan launching perguruan tinggi khusus putri “Mahad Aisyah Binti Abu Bakar Li Al Dakwah” di Kampung Jami Desa Sukajaya, Kecamatan Tamansari, Kabupaten Bogor, pada Ahad (30/7/2017).

Ketua Yayasan Lajnah Khairiyah Al Musytarakah, Ustadz Ahmad Zawawi mengatakan bahwa lembaga pendidikan di bawah naungannya ini akan menampung lulusa SMA dengan target hafal Al Quran 30 juz.

“Mahad Aisyah ini khusus untuk putri, menampung lulusan SMA, dengan jurusan ilmu syariah belajar di asrama. Target belajar di perguruan tinggi ini hafal Al Quran sebanyak 30 juz,” kata Ustadz Ahmad Zawawi.

Ketua Dewan Pembina Perkumpulan Lembaga Dakwah dan Pendidikan Islam Indonesia (PULDAPII) dalam sambutannya menjelaskan, bahwa target hafal Al Quran 30 juz ini sangat luar biasa.

“Hafal Al Quran adlah obat dari segala penyakit, penghalang dr maksiat, dan mencerdaskan, ” kata Ustadz Yusuf.

Ustadz Yusuf membeberkan penelitan yang menunjukkan bahwa penghafal Al Quran bisa mencapai kecerdasan yang maksimal.

“Ada sebuah studi di Amerika. Mereka melakukan penelitian terhadap penyanyi. Mereka bangga dengan kemampuan mengelola suara dan irama, dan tercapai kecerdasan 80%. Kemudian hasil penelitian itu di kirim ke Al Azhar Mesir. Al Azhar melakukan penelitian bandingan terhadap penghafal Al Quran, hasilnya 100%,” terang Ustadz Yusuf.

Karena itu, Ustadz Yusuf menegaskan bahwa orang yang sudah hafal Al Quran, akan mudah menghafal ilmu yang lainnya.

“Suksesnya para ulama, karena waktu kecil mereka sudah hafal Al Quran. Imam syafi’i menghafal kitab Al Muwatho karya Imam Malik cuma 3 hari, karena dari kecil sudah hafal Al Quran,” jelas Ustadz Yusuf.

Ustadz Yusuf berharap, Mahad Aisyah ini juga konsen dalam pengembangan pendidikan tahfidz Al Quran untuk anak usia dini.

“Kalau ini dilakukan disini, hasilnya akan dahsyat. Kita sekarang di era globalisasi. Buruknya, sekarang banyak hiburan-hiburan yang bebas. Solusinya adalah dengan mengajarkan Al Quran,” terang Ustadz Yusuf.

Pendirian perguruan tinggi yang dilakukan oleh Yayasan Lajnah Khairiyah Al Musytarakah ini didukung penuh oleh Kementrian Agama Kabupaten Bogor.

Kasie Pesantren Kemenag Kabupaten Bogor, Haikal Hasan berharap Mahad Aisyah mendatangkan manfaat bagi agama dan bangsa Indonesia.

“Semoga mendatangkan manfaat bagi Indonesia, maupun luar Indonesia khususnya kaum ibu-ibu,” tandas Haikal.

Direktur Mahad Aisyah, Ustadz Edi Suanto, beralasan bahwa pendirian lembaga pendidikan ini dikhususkan untuk putri karena pendidik kalangan perempuan saat ini sangat minim. Selain itu, masih maraknya kenakalan remaja berupa geng motor, disebabkan tidak hadirnya seorang ibu. Alumni lembaga pendidikan ini diharapkan dapat mendidik generasi bangsa lebih baik lagi.

Mahad Aisyah, kata Ustadz Edi, dalam proses menuju pendirian Sekolah Tinggi Ilmu Syariah, yang nantinya menghasilkan sarjana hukum Islam yang mumpuni.

Ustadz Edi menilai, banyak masalah-masalah keagamaan pada wanita, yang ditanyakan kepada laki-laki. Sehingga kadang jawabannya kurang tepat.

“Banyak wanita bertanya tentang haid kepada laki-laki. Sebenarnya laki-laki kan hanya tau teori saja. Jika yang ahli adalah perempuan, maka lebih utama lagi karena bukan sekedar teori,” ujar Ustadz Edi.

Ada juga seorang wanita bertanya kepada laki-laki tetapi dengan tujuan mencari perhatian dan bahkan ujung-ujungnya menawarkan dirinya untuk dinikahi.

“Ada juga yg bertanya dengan modus menawarkan diri. Yang demikian bisa dihindari karena bisa bertanya langsung kepada para wanita yang ahli,” papar Ustadz Edi.

Terkait dengan materi kuliah, Ustadz Edi menerangkan, materi lebih banyak kajian tentang perempuan dan fikih keluarga.

“Lebih banyak fiqhunnisa dan fiqhul usra. Nanti ada juga tambahan ekstrakurikuler seperti memasak,” tandas Ustadz Edi.

Ustadz Erwandi Tarmizi, yang diberi kesempatan terakhir untuk menyampaikan sambutan terakhir pada acara ini, merespon positif hadirnya Mahad Aisyah.

“Sangat bagus sekali pendirian lembaga ini. Andai pelajaran muamalat diajarkan sejak dini, mana yg halal, mana yg haram. Disinilah nanti peran ibu yg akan menuntun,” tutur Ustadz Erwandi.

Lembaga kajian muamalat yang beliau pimpin, Erwandi Tarmizi Association (ETA) siap bekerja sama dengan Mahad Aisyah untuk mengkaji masalah-masalah fiqih muamalat.

“Kita bisa bekerja sama, antara Mahad Aisyah dengan ETA,” tutup Ustadz Erwandi.

Seperti diketahui, Yayasan Lajnah Khairiyah Al Musytarakah merupakan yayasan yang berdiri sejak 1992 dengan bergerak pada bidang dakwah, pendidikan, dan sosial. Hingga kini lembaga ini telah mendirikan lebih dari tiga ribu masjid di seluruh Indonesia, ratusan madrasah dan telah membangun beberapa pesantren di Bogor, Sukabumi, Riau, dan Aceh. (BMS/MTD)

Berikan Komentar Anda :

comments

Loading...

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here