Apakah Arab Saudi Akan Tetap Menggelar Ibadah Haji Tahun Ini?

260

Moslemtoday.com : Kepastian penyelenggaraan ibadah Haji tahun 1441 H ini masih belum jelas. Sementara itu, jumlah kasus positif virus corona (Covid-19) di Arab Saudi juga terus meningkat dari hari-ke-hari. Sedangkan waktu penyelenggaraan Ibadah Haji sudah sangat dekat, lebih kurang 2 bulan lagi.

Pada bulan Maret lalu, Pemerintah Arab Saudi telah meminta kepada Negara-negara Muslim untuk menunggu kepastian penyelenggaraan Haji sambil melihat perkembangan Covid-19. Sejak itu, Arab Saudi telah menangguhkan pelaksanaan ibadah umrah untuk sementara waktu.

Pada awal Juni, sebagian negara juga telah mengambil keputusan untuk membatalkan pemberangkatan jamaah haji mereka ke Arab Saudi, seperti : Indonesia.

Menurut dua sumber yang berhasil dihimpun oleh Reuters mengatakan bahwa pihak berwenang Saudi sedang mempertimbangkan untuk mengizinkan penyelenggaraan ibadah haji namun dengan jumlah yang terbatas, termasuk larangan bagi jamaah yang lanjut usia dan pemeriksaan kesehatan yang ketat dengan mengikuti standar penangangan Covid-19.

“Pihak berwenang Saudi dilaporkan juga tengah mengkaji pembatasan sekitar 20% dari kuota jamaah reguler bagi masing-masing negara,” ungkap sumber tersebut, seperti dilansir dari Reuters, Selasa, (9/6/2020).

Beberapa pejabat berwenang juga dilaporkan meminta pertimbangan untuk pembatalan haji tahun ini yang waktunya sudah sangat dekat. Di samping itu, Kantor media pemerintah dan juru bicara Kementerian Haji dan Umrah Saudi juga menolak permintaan untuk memberikan komentar lebih lanjut.

Sementara itu, Kementerian Kesehatan Arab Saudi juga melaporkan jumlah peningkatan kasus virus corona di Arab Saudi. Berdasarkan data terkini yang dirilis Kementerian Kesehatan Saudi, jumlah kasus positif Covid-19 di Arab Saudi pada Selasa, 9 Juni 2020 terjadi penambahan sebanyak 3.288 kasus baru sehingga jumlah kasus positif saat ini di Arab Saudi adalah 108.571 orang dengan angka kematian sebanyak 783 orang. Sementara itu, Arab Saudi juga mencatat jumlah kasus sembuh terbanyak di antara negara-negara G20 yaitu sebanyak 76.339 orang. (DH/MTD)

Sumber : Reuters, @SaudiMOH | Redaktur : Hermanto Deli

comments

Loading...

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here