AS Selidiki Kemungkinan Kematian Dokter Usai Disuntik Vaksin Pfizer

47

Moslemtoday.com : Pfizer dan pejabat kesehatan federal Amerika Serikat sedang menyelidiki kematian seorang tenaga kesehatan, 16 hari setelah orang tersebut menerima dosis pertama vaksin COVID-19 buatan Pfizer-BioNTech SE.

Sejauh ini, bukti tidak menyarankan koneksi, kata Pfizer dalam sebuah pernyataan pada Selasa 12 Januari 2021.

Tenaga kesehatan yang tewas merupakan seorang dokter yang berbasis di Florida. Seusai vaksin, ia dilaporkan mengalami gangguan langka yang disebut trombositopenia parah yang mengurangi kemampuan tubuh untuk menggumpalkan darah dan menghentikan pendarahan internal.

Pfizer mengutip uji klinis dan data yang dikumpulkan sejak vaksin disahkan di AS dalam melaporkan kesimpulan awalnya; bahwa bukti tidak menyarankan asosiasi kausal antara kasus dengan vaksin yang dikembangkannya dengan perusahaan Jerman BioNTech SE.

Sementara itu, Pusat Pengendalian dan Pencegahan Penyakit AS atau CDC mengatakan pihaknya menyadari kematian itu, dan “akan mengevaluasi situasi saat informasi lebih lanjut tersedia,” menurut juru bicara Tom Skinner.

“Sampai saat ini, jutaan orang telah divaksinasi dan kami memantau dengan cermat semua peristiwa buruk pada individu yang menerima vaksin kami,” kata Pfizer dalam pernyataannya.

“Penting untuk dicatat bahwa peristiwa buruk yang serius, termasuk kematian yang tidak terkait dengan vaksin, sayangnya kemungkinan terjadi pada tingkat yang sama seperti pada populasi umum,” lanjut produsen vaksin COVID-19 asal AS tersebut.

Sumber : Liputan6.com

comments

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here