Epidemiolog UI Nilai Ada Kebohongan Data dalam Pengumuman Kasus Covid-19 di Indonesia

1432

Moslemtoday.com : Ahli Epidemiologi FKM UI Dr. Pandu Riono, MPH., Ph.D menilai terdapat kebohongan data atas apa yang diumumkan oleh Pemerintah setiap harinya terkait jumlah kasus Covid-19 di Indonesia.

“Setiap hari kita disuguhi dengan angka laporan kasus covid-19. Kita menikmati angka tersebut, mempercayai sebagai angka kasus yang terjadi hari itu. Padahal itu hanya pengumuman hasil pemeriksaan lab PCR yang terkofirmasi, tanpa kejelasan kapan sesungguhnya kasus tersebut,” tulis Dr. Pandu Riono dalam serangkaian tweet di akun @drpriono, seperti dikutip oleh Redaksi Moslemtoday, pada Jumat, (12/6/2020).

“Keterlambatan pemeriksaan lab serta keterlambatan sampai diumumkan. Juga berkali-kali ditumpuk pengumumannya. Tidak ada niat mengumumkan dengan benar sesuai dengan ilmu wabah (epidemiologi), prinsip statistik kesehatan publik. Kebohongan terjadi setiap hari, dan publik menikmati,” tambah Dr. Pandu.

Dr. Pandu menjelaskan seharusnya data yang disajikan kepada publik harus terbuka sebagai perwujudan pemerintahan yang terbuka dan bersih.

Data untuk Rakyat. DATA yang dikumpulkan dengan dana publik HARUS terbuka dan mudah diakses oleh publik, sebagai perwujudan pemerintahan yang terbuka dan bersih. Misal Data Kesehatan yg dikumpulkan oleh BadanLitbangkes dan KemenkesRI harus terbuka, mudah diakses, tanpa biaya dan ijin,” ungkap Dr. Pandu. 

Dr. Pandu juga menyoroti bahwa dalam Kesehatan Global, data menjadi sangat penting. “Bila data tak akurat jadi basis perumusan kebijakan kesehatan publik, dapat terjadi ketidakadilan dalam akses layanan kesehatan publik. Keterbukaan data menjadi prasyarat agar tidak ada lagi rakyat yang tertinggal atau ditinggal,” ujar Dr. Pandu.

Sumber : @drpriono | Redaktur : Hermanto Deli

comments

Loading...

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here