Indonesia ‘Vote No’ di PBB Terkait Resolusi Perlindungan HAM, Kemlu: Bukan Agenda Utama

602
Foto: Ruang sidang PBB (Reuters)

Moslemtoday.com : Sikap Indonesia di PBB ramai dibahas di media sosial. Indonesia memberikan suara ‘No’ untuk resolusi ‘responsibility to protect and the prevention of genocide, war crimes, ethnic cleansing, and crimes against humanity’.

Hal itu terungkap dari postingan UN Watch di akun Twitternya. Dalam salah satu dokumen yang diunggah, Kamis (20/5/2021), ada 115 negara yang memvoting ‘Yes’ untuk resolusi PBB ini. Sementara ‘Vote No’ dilakukan 15 negara, termasuk Indonesia. Sementara itu, ada 2 negara yang abstain.

Lima belas negara yang ‘vote no’ adalah Korea Utara, Kyrgyztan, Nicaragua, Zimbabwe, Venezuela, Indonesia, Burundi, Belarus, Eritrea, Bolivia, Rusia, China, Mesir, Kuba, dan Suriah.

Juru Bicara Kementerian Luar Negeri Teuku Faizasyah menerangkan mengapa RI melakukan ‘Vote No’ untuk resolusi PBB itu.

“Resolusi ini lebih menyangkut penentuan apakah agenda ini akan dijadikan mata agenda tetap atau masih harus divoting tiap tahunnya seperti biasa di GC. Posisi Indonesia sesuai dinamika, hasil KTT 2005 mata agenda R2P cukup masuk di bawah agenda follow up to the 2005 summit,” ujar Faizasyah.

Atas dasar itu, Faizasyah mengatakan sikap ‘Vote No’ yang dilakukan RI untuk resolusi PBB itu bukan kepada isu yang diangkat. “Jadi bukan berarti menentang isu atau konsep R2P-nya,” paparnya.

Sumber : UNWatch, Detikcom

comments

Loading...

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here