Teheran โ Pemerintah Iran menyatakan bahwa keputusan untuk melanjutkan jalur diplomasi atau kembali ke perang terbuka kini berada di tangan Amerika Serikat. Pernyataan tersebut disampaikan di tengah meningkatnya ketegangan pasca mandeknya perundingan damai antara kedua negara.
Wakil Menteri Luar Negeri Iran, Kazem Gharibabadi, menegaskan bahwa Teheran siap menghadapi segala kemungkinan, baik melalui negosiasi maupun perang. โSekarang bola ada di tangan Amerika Serikat untuk memilih jalur diplomasi atau melanjutkan pendekatan konfrontatif,โ ujarnya kepada para diplomat di Teheran, sebagaimana dikutip media pemerintah dilansir dari Arabnews, Sabtu (2/5/2026).
ADVERTISEMENT
Ia menambahkan, Iran akan tetap mengedepankan kepentingan nasional dan keamanan negara dalam menentukan langkah selanjutnya. โIran siap untuk kedua jalur tersebut,โ tegasnya.
Pernyataan ini muncul setelah seorang pejabat militer senior Iran menyebut bahwa potensi konflik kembali antara Iran dan Amerika Serikat cukup besar. Pernyataan itu disampaikan hanya beberapa jam setelah Presiden AS Donald Trump mengaku tidak puas dengan proposal negosiasi terbaru dari pihak Iran.
Menurut laporan media pemerintah Iran, draft proposal tersebut telah diserahkan kepada Pakistan sebagai mediator pada Kamis malam. Namun, isi dari proposal tersebut tidak diungkapkan secara rinci.
Konflik antara Amerika Serikat dan Iran, yang juga melibatkan Israel, sebelumnya pecah pada akhir Februari. Meski sempat dihentikan sejak 8 April, upaya perundingan damai yang dilakukan di Pakistan belum membuahkan hasil signifikan.
Presiden Trump menyampaikan kekecewaannya terhadap tawaran Iran dan menyebut adanya perpecahan internal dalam kepemimpinan Iran sebagai salah satu penyebab mandeknya negosiasi. โSaat ini saya tidak puas dengan apa yang mereka tawarkan,โ kata Trump kepada wartawan.
Ia juga mengungkapkan dua opsi yang sedang dipertimbangkan pemerintahannya, yakni melanjutkan serangan militer atau mencapai kesepakatan damai. Meski demikian, Trump menyatakan lebih memilih jalur diplomasi dengan pertimbangan kemanusiaan.
Di sisi lain, pejabat militer Iran Mohammad Jafar Asadi menilai bahwa kemungkinan konflik kembali terbuka cukup tinggi. Ia juga meragukan komitmen Amerika Serikat terhadap kesepakatan yang telah dibuat sebelumnya.
โBukti menunjukkan bahwa Amerika Serikat tidak berkomitmen terhadap janji atau perjanjian apa pun,โ ujarnya seperti dikutip kantor berita Fars.
Situasi ini menandai ketidakpastian yang terus berlanjut dalam hubungan kedua negara, dengan potensi eskalasi yang masih terbuka lebar di tengah upaya diplomasi yang belum membuahkan hasil.
Sumber : https://www.arabnews.com/node/2642056/middle-east