Berita

Pasca-Misi Kemanusiaan Gempa Flores, Persaudaraan UAR dan Warga Waso Tetap Terjaga

Logo

Posted by: Al Mujahid WA

20 October 2026 09:54 WIB โ€ข 12 view

Pasca-Misi Kemanusiaan Gempa Flores, Persaudaraan UAR dan Warga Waso Tetap Terjaga
Foto: Jafar dan H. Mughiroh saat di lokasi pengungsian penyintas gempa Flores di Dusun Waso, Desa satar Kampas, Lamba Leda Utara, Manggarai Timur, NTT.

PERSAUDARAAN antara relawan Ukhuwah Al-Fatah Rescue (UAR) dan warga penyintas gempa Flores di Dusun Waso, Manggarai Timur, Nusa Tenggara Timur (NTT), tetap terjaga meski misi kemanusiaan telah berakhir. Komunikasi yang terus berlangsung menjadi jembatan untuk melepas kerinduan mereka.


Kerinduan warga terhadap para relawan tersebut tergambar dalam percakapan Jafar H. Wahab, salah satu warga Dusun Waso dengan relawan UAR H. Mughiroh, melalui pesan singkat WhatsApp pada Sabtu 17 Oktober 2026.


ADSPromosikan Video Profil Sekolah, Informasi PPDB, Yayasan, Lembaga, Usaha, Bisnis, Produk di Moslem Today TV Channel, KLIK DISINI

โ€œPosisi di mana Pak Haji?โ€ tanya Pak Jafar.

โ€œAlhamdulillah sudah di Bogor bersama keluarga. Sehat-sehat selalu Pak Jafar,โ€ jawab H. Mughiroh.


Jafar kemudian mengungkapkan kerinduannya kepada para relawan yang pernah mendampingi warga Waso. โ€œAlhamdulillah sehat, Pak Haji. Kami rindu Pak Haji dan keluarga besar UAR se-Indonesia,โ€ tulisnya.


H. Mughiroh membalas ungkapan tersebut dengan doa dan harapan agar mereka dapat kembali bertemu. โ€œSemoga Allah Subhanahu wa Taโ€™ala mempertemukan kita kembali, dan senantiasa membersamai warga Dusun Waso,โ€ ucapnya.


Percakapan singkat tersebut menunjukkan kebersamaan relawan dengan penyintas bencana dalam menghadapi masa sulit di pengungsian ternyata telah menumbuhkan ikatan ukhuwah (persaudaraan) dan kekeluargaan yang tetap terasa meski para relawan telah kembali ke daerah masing-masing.


Pak Jafar adalah salah satu warga penyintas di Dusun Waso penerima hunian sementara (huntara) dari UAR. โ€œBeliau orangnya baik, dan akrab dengan relawan Ukhuwah Al-Fatah Rescue, sering memberi makanan dan humoris,โ€ ujar H Mughiroh melalui pesan singkat,  Senin (19/10/2026).


Dusun Waso, Desa Satar Kampas, Lamba Leda Utara, Manggarai Timur, merupakan lokasi utama misi kemanusiaan UAR pascagempa Flores berkekuatan magnitudo 7,7. Hampir 100% bengunan-bangunan di dusun tersebut rusak parah.


Relawan Korwil NTT didukung UAR Pusat sejak hari kedua setelah gempa mendampingi warga melalui berbagai kegiatan kemanusiaan hingga misi berakhir pada Sabtu 3 Oktober 2026.


Selama pendampingan, relawan dan penyintas tidak hanya berinteraksi dalam penyaluran bantuan, tetapi juga membangun kedekatan berjamaah sehari-hari. Hubungan tersebut meninggalkan kesan mendalam, sehingga berakhirnya misi kemanusiaan tidak memutus ikatan yang telah terbangun. Bahkan, penyintas menganggap relawan UAR sebagai saudara dan keluarga sendiri.


Menjaga Ukhuwah Internal


Tidak hanya merawat persaudaraan dengan warga penyintas, upaya mejaga ukhuwah internal juga dilakukan relawan UAR. Pada Sabtu (17/10/2026), Markas Pusat UAR di Cileungsi, Kabupaten Bogor, menerima kunjungan Ketua Korwil UAR NTT Daud Masang dan rekannya, Fuad Rofiq, yang baru menyelesaikan ibadah umrah.


Kedatangan keduanya disambut oleh staf UAR Pusat Muqarrobin Al Ayubi (Ayub), Ketua Terapis Al-Fatah Tabib Rojiun, Suyitno anggota Tim Rahabrekon dan Novie Avianti dari jajaran Terapis UAR Muslimat. Pertemuan tersebut menjadi kesempatan untuk melakukan konsolidasi lebih lanjut setelah menjalankan amal shalih kemanusiaan di NTT.


Sehari berikutnya, Ahad 18 Oktober 2026, Ayub bersama Daud Masang, Fuad Rofiq dan Rojiun mengunjungi markas komunitas Bikers Anti Kekerasan Anak (BAKA) di Depok, Jawa Barat. Kunjungan ini merupakan upaya menjaga hubungan dengan mitra yang turut mendukung misi kemanusiaan di Dusun Waso, Nusa Tenggara Timur.


โ€œSaat masa tanggap darurat gempa Flores, BAKA menyalurkan bantuan antara lain terpal tenda, mainan anak-anak, dan bahan pokok kepada Tim UAR untuk didistribusikan kepada warga terdampak di Dusun Waso,โ€ kata Daud Masang.


Setelah mengunjungi markas BAKA, rombongan melanjutkan silaturahmi ke terapis UAR Bogor yang turut turun ke Waso yaitu Sohirin dan H. Mughiroh, yang pulang paling akhir dari NTT dan Lombok bersama rekannya, pak Arifin.


Rangkaian kunjungan tersebut memperlihatkan silaturahmi menjadi salah satu cara untuk menjaga kedekatan (persaudaraan) di antara relawan, sekaligus mempertahankan hubungan baik dengan pihak-pihak yang pernah bekerja sama dalam misi kemanusiaan.


Persaudaraan tumbuh tidak hanya ketika dalam misi kemanusiaan di lokasi terdampak bencana, Ketika para relawan telah meninggalkan lokasi bencana, kepedulian terhadap sesama tetap berlanjut. โ€œBencana boleh memporak-porandakan bangunan, tapi jangan pernah memporak-porandakan persaudaraan kita,โ€ tegas Ketua Umum UAR H. Endang Sudrajat. [AM]

Mari bergabung bersama WA Grup dan Channel Telegram Moslemtoday.com, Klik : WA Grup & Telegram Channel

Komentar (0)

Belum ada komentar. Jadilah yang pertama!