Dalam pelaksanaan Computer Assisted Test (CAT) seleksi Petugas Penyelenggara Ibadah Haji (PPIH) Arab Saudi dan PPIH Kloter Non Nakes tahun 2027 Kementerian Haji dan Umrah menggandeng Badan Kepegawaian Negara (BKN).
Sebanyak 1.344 calon petugas mengikuti seleksi secara serentak di 35 titik kantor BKN dan unit pelaksana teknis BKN di beberapa daerah di Indonesia.
Kolaborasi ini menjadi bagian dari upaya Kementerian Haji dan Umrah memperkuat proses seleksi petugas yang objektif, terukur, transparan, dan dapat dipertanggungjawabkan.
Peserta CAT terdiri atas calon PPIH Kloter dan PPIH Arab Saudi formasi nonkesehatan. Untuk PPIH Arab Saudi, seleksi mencakup enam layanan, yakni Bimbingan Ibadah, Akomodasi, Konsumsi, Transportasi, Jemaah Lansia dan Disabilitas, serta Media Center Haji.
Direktur Jenderal Penyelenggaraan Haji dan Umrah, Puji Raharjo mengatakan pelibatan BKN merupakan bagian dari penguatan tata kelola seleksi petugas haji.
โTahun ini Kemenhaj menggandeng BKN dalam pelaksanaan CAT. Ini merupakan langkah penting untuk memastikan proses seleksi berjalan transparan, objektif, dan profesional,โ kata Puji di Jakarta, Sabtu (5/9 /2026 ) melansir laman resmi Kemenhaj RI.
Menurut Puji, penggunaan sistem CAT memungkinkan proses ujian berlangsung dengan standar yang seragam dan hasilnya dapat dipantau secara langsung atau live selama pelaksanaan.
โYang kami cari adalah peserta yang memiliki kemampuan teknis, integritas, manajerial dan orientasi pelayanan kepada jemaah,โ ujarnya.
Selain itu Puji juga mengatakan, petugas haji nantinya akan berhadapan dengan beragam kebutuhan jemaah, termasuk jemaah lanjut usia dan penyandang disabilitas. Karena itu, kemampuan teknis perlu diiringi kesiapan mental, integritas, dan komitmen pelayanan.
โPetugas haji adalah bagian penting dari wajah pelayanan haji. Karena itu, proses untuk memilihnya harus dilakukan secara profesional dan dapat dipertanggungjawabkan,โ kata Puji.
Pelaksanaan CAT di 35 titik BKN dan unit pelaksana teknis BKN juga memudahkan peserta mengikuti ujian dari daerah masing-masing. Hasil CAT selanjutnya menjadi salah satu bahan penilaian dalam rangkaian seleksi PPIH untuk penyelenggaraan ibadah haji 1448 H/2027 M.
Kemenhaj memastikan proses seleksi dilakukan dengan mengedepankan prinsip integritas dan profesionalitas untuk mendapatkan petugas yang memiliki kompetensi sekaligus komitmen kuat dalam memberikan pelayanan terbaik kepada jemaah.